Isu tersebut mencuat setelah publik membandingkan perlakuan organisasi pimpinan Gianni Infantino terhadap Rusia pada 2022 dan sikapnya dalam ketegangan terbaru yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.
Pada 2022, FIFA bersama UEFA menjatuhkan sanksi terhadap tim nasional Rusia sebagai respons atas invasi militer Rusia ke Ukraina.
Akibat keputusan tersebut, Rusia dilarang tampil di seluruh kompetisi internasional di bawah naungan FIFA, termasuk dicoret dari babak kualifikasi Piala Dunia sebagai bagian dari solidaritas dunia olahraga terhadap agresi militer saat itu.
Namun dalam ketegangan terbaru antara Amerika Serikat dan Iran, hingga kini FIFA belum mengeluarkan sanksi kompetitif serupa terhadap kedua negara tersebut.
Perbedaan pendekatan itu memicu perdebatan luas di media sosial dan kalangan pengamat sepak bola yang mempertanyakan konsistensi penerapan regulasi serta etika organisasi di panggung internasional.
Melalui Sekretaris Jenderalnya, FIFA menyatakan masih memantau perkembangan situasi sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
Menurut laporan ESPN pada Rabu (4/3/2026), perwakilan FIFA menegaskan bahwa federasi saat ini fokus memastikan penyelenggaraan FIFA World Cup 2026 berjalan aman.
“Kami memantau perkembangan dan fokus pada penyelenggaraan FIFA World Cup 2026 yang aman,” ujar perwakilan FIFA dalam kutipan resmi tersebut.
Sebagaimana diketahui, Amerika Serikat merupakan salah satu tuan rumah utama ajang empat tahunan tersebut, sehingga stabilitas dan keamanan turnamen menjadi perhatian utama federasi.
Sejumlah analis menyebut keputusan keras terhadap Rusia pada 2022 tidak terlepas dari tekanan besar federasi-federasi Eropa serta kuatnya desakan komunitas internasional untuk mengisolasi Rusia dari dunia olahraga.
Sementara dalam situasi yang melibatkan Amerika Serikat, FIFA dinilai mengambil pendekatan lebih netral dengan memprioritaskan keamanan turnamen serta menjaga koordinasi diplomatik agar tidak mengganggu persiapan Piala Dunia.
Baca Juga: Yota Balad Serahkan Bantuan Rp8 Juta untuk 15 KK Korban Banjir dan Longsor di Pariaman
Perbedaan respons ini memunculkan pertanyaan mengenai kesetaraan perlakuan terhadap seluruh anggota di bawah kerangka regulasi sepak bola internasional tanpa memandang kekuatan politik masing-masing negara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi dari FIFA terkait sanksi tambahan atas konflik terbaru yang melibatkan Amerika Serikat, dan isu ini diperkirakan akan terus menjadi perdebatan di kalangan pecinta sepak bola menjelang 2026.(*)
Editor : Hendra Efison