Gol bersejarah itu terjadi setelah serangan cepat dari Arsenal, diinisiasi oleh Jurrien Timber dari posisi bek kanan yang mengirim bola ke Saka.
Pemain sayap Arsenal tersebut melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti yang sempat membentur Carlos Baleba sehingga mengecoh kiper Brighton, Bart Verbruggen, sebelum masuk ke gawang.
Gawang yang dijaga Kiper Arsenal, David Raya, sempat terancam pada awal laga akibat kesalahan umpan di dekat kotak penalti, yang memberi peluang bagi Baleba untuk menembak dari jarak 25 meter. Namun, Gabriel berhasil menghalau bola dengan tandukan ke belakang dan mencegah gol bagi tim tuan rumah.
Kinerja defensif Gabriel menjadi sorotan penting, terutama karena absennya William Saliba.
Sejak kebobolan, Brighton mencoba meningkatkan tekanan. Georginio Rutter nyaris mencetak gol, tetapi tembakannya mengenai pemain sendiri.
Baleba juga sempat melepaskan tembakan meleset jauh dari sasaran saat timnya membangun serangan.
Beberapa pelanggaran terjadi, termasuk dari Cristhian Mosquera, yang sempat mendapat kartu kuning saat menghentikan serangan balik Arsenal.
Pertandingan di babak pertama berjalan penuh ketegangan, dengan beberapa insiden tertunda akibat pemain cedera, termasuk Martin Zubimendi dari Arsenal.
Mikel Arteta, pelatih Arsenal, menyaksikan timnya memimpin di tengah tekanan tuan rumah.
Arsenal berhasil mempertahankan keunggulan hingga turun minum, sementara Brighton belum mampu menembus lini pertahanan solid The Gunners.
Dengan hasil sementara ini, Arsenal memperpanjang rekor mencetak gol pertama mereka dalam 12 pertandingan berturut-turut di semua kompetisi.
Saka menambah catatan pribadi yang istimewa dengan gol ini setelah sebelumnya mencetak gol saat menandatangani kontrak baru bulan lalu.
Babak kedua akan menentukan apakah Brighton mampu membalikkan keadaan atau Arsenal berhasil menjaga keunggulan dalam upaya perburuan gelar Premier League musim ini.(*)
Editor : Heri Sugiarto