PADEK.JAWAPOS.COM – Timnas Jerman datang ke Piala Dunia FIFA 2026 dengan misi mengakhiri tren buruk yang membayangi mereka dalam dua edisi terakhir turnamen. Juara dunia empat kali itu gagal lolos dari fase grup pada Piala Dunia 2018 di Rusia dan Piala Dunia 2022 di Qatar.
Setelah menjuarai Piala Dunia 2014 berkat gol Mario Goetze pada final melawan Argentina di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, performa Jerman di panggung sepak bola terbesar dunia justru mengalami penurunan. Dalam dua edisi terakhir, Der Panzer hanya mencatat dua kemenangan di Piala Dunia, masing-masing atas Swedia dan Kosta Rika.
Pada Piala Dunia 2026, Jerman tergabung di Grup E bersama Pantai Gading, Ekuador, dan Curacao. Skuad asuhan Julian Nagelsmann berpeluang besar kembali menembus fase gugur, namun tetap harus mewaspadai persaingan dari para rivalnya.
Pelatih Jerman Julian Nagelsmann yang mulai menangani tim nasional pada 2024 dinilai berhasil membawa peningkatan performa tim. Di bawah arahannya, Jerman mengandalkan kombinasi pemain muda dan pemain berpengalaman.
Nama-nama seperti Florian Wirtz dan Jamal Musiala menjadi motor generasi baru Jerman, sementara Joshua Kimmich dan Antonio Rudiger memberikan pengalaman di lini tengah dan pertahanan.
[BACA JUGA: Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 dan Pembagian Grup Peserta]
Perkembangan positif Jerman terlihat dalam dua turnamen besar terakhir. Mereka mencapai perempat final Euro 2024 yang digelar di kandang sendiri sebelum melaju hingga semifinal UEFA Nations League 2025.
Pada kedua turnamen tersebut, langkah Jerman terhenti oleh tim yang kemudian menjadi juara, yakni Spanyol di Euro 2024 dan Portugal di UEFA Nations League 2025.
Ancaman Terbesar dari Pantai Gading
Pantai Gading diperkirakan menjadi pesaing utama Jerman di Grup E. Juara Piala Afrika 2023 itu kembali tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2014.
Meski tidak lagi diperkuat generasi emas seperti Didier Drogba, Yaya Toure, dan Kolo Toure, tim asuhan Emerse Fae masih memiliki sejumlah pemain berpengalaman seperti Nicolas Pepe, Amad Diallo, dan Wilfried Zaha.
Pantai Gading datang ke Piala Dunia 2026 setelah gagal mempertahankan gelar Piala Afrika usai tersingkir di perempat final oleh Mesir.
Ekuador Tak Bisa Diremehkan
Ekuador juga menjadi lawan yang patut diwaspadai. Tim asal Amerika Selatan itu lolos ke Piala Dunia 2026 dengan finis di posisi kedua kualifikasi zona CONMEBOL.
Prestasi tersebut membuat Ekuador unggul atas sejumlah tim kuat seperti Brasil, Uruguay, dan Kolombia dalam klasemen akhir kualifikasi.
Capaian itu menunjukkan Ekuador bukan sekadar pelengkap di turnamen yang untuk pertama kalinya diikuti 48 negara peserta.
Debut Bersejarah Curacao
Curacao menjadi salah satu kisah menarik di Piala Dunia 2026. Negara kepulauan di Karibia itu mencatat sejarah dengan lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Curacao melaju tanpa kekalahan sepanjang kualifikasi zona CONCACAF dan menjadi negara dengan populasi terkecil yang berhasil mencapai putaran final Piala Dunia.
Meski demikian, persiapan mereka tidak berjalan mulus setelah menelan kekalahan beruntun dalam laga uji coba melawan China dan Australia pada Maret lalu.
Curacao juga tampil di Piala Dunia tanpa pelatih yang membawa mereka lolos ke turnamen tersebut. Dick Advocaat mengundurkan diri karena alasan keluarga dan posisinya digantikan oleh sesama pelatih asal Belanda, Fred Rutten.
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi pertama yang diikuti 48 tim dan digelar di Amerika Serikat, Kanada, serta Meksiko.
Bagi Jerman, turnamen ini menjadi kesempatan untuk mengembalikan reputasi sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia setelah dua kali beruntun tersingkir pada fase grup dalam ajang Piala Dunia.
Survei: Mayoritas Warga Jerman Belum Yakin Timnas Jadi Juara
Optimisme yang disampaikan para pemain belum sepenuhnya sejalan dengan pandangan publik di Jerman. Survei terbaru yang dilakukan stasiun penyiaran publik ZDF menunjukkan sebagian besar warga Jerman tidak menjagokan tim nasional mereka untuk menjuarai Piala Dunia 2026.
Hanya 15 persen responden yang meyakini skuad asuhan Julian Nagelsmann akan mengangkat trofi juara dunia. Kelompok terbesar, yakni 33 persen, memprediksi Jerman akan terhenti di babak perempat final, fase yang berpotensi mempertemukan mereka dengan Prancis.
Hasil survei juga menunjukkan 15 persen responden memperkirakan Jerman tersingkir pada babak 16 besar, sementara 15 persen lainnya yakin Der Panzer mampu mencapai semifinal. Sebanyak 2 persen responden memprediksi Jerman akan kalah di final.
Sementara itu, 3 persen responden memperkirakan Jerman akan kembali mengalami kegagalan seperti pada dua edisi sebelumnya, ketika tersingkir pada fase grup.(*)
Editor : Heri Sugiarto