PADEK.JAWAPOS.COM – Afrika Selatan menjaga peluang lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Ceko pada laga Grup A yang berlangsung di Atlanta, Kamis (18/6/2026) malam WIB.
Teboho Mokoena menjadi penyelamat Bafana Bafana berkat gol penalti pada menit ke-83 yang menggagalkan kemenangan Ceko. Hasil ini membuat Afrika Selatan dan Ceko sama-sama mengoleksi satu poin dari dua pertandingan serta tetap berada dalam persaingan memperebutkan tiket ke fase gugur.
Kedua tim kini tertinggal dua poin dari Meksiko dan Korea Selatan yang juga menghuni Grup A.
Afrika Selatan akan menghadapi Korea Selatan pada laga terakhir grup, sementara Ceko menantang tuan rumah, Meksiko, di Stadion Azteca.
Pertandingan melawan Ceko, menjadi momen emosional bagi Mokoena. Sebelum kick-off, gelandang Afrika Selatan itu terlihat meneteskan air mata saat lagu kebangsaan negaranya dikumandangkan.
Usai laga, Mokoena mengungkapkan bahwa dirinya teringat kepada mendiang kakeknya pada momen tersebut. "Saya tahu, di mana pun dia berada, dia akan bangga kepada saya," kata Mokoena.
"Saya merasakan kehadirannya pada saat itu. Saya berpikir jika dia ada di sini, dia pasti bangga kepada saya karena saya tahu dia percaya kepada saya ketika tidak ada orang lain yang percaya kepada saya," lanjutnya.
Afrika Selatan Kejar Sejarah
Bagi Afrika Selatan, hasil ini sangat penting dalam upaya mengejar sejarah baru. Dalam tiga penampilan sebelumnya di Piala Dunia, Bafana Bafana belum pernah berhasil melampaui fase grup.
Kini pada penampilan keempat di ajang sepak bola terbesar dunia, Afrika Selatan masih menjaga peluang untuk mencapai fase gugur untuk pertama kalinya.
Di bawah arahan Hugo Broos selama lima tahun terakhir, performa tim mengalami peningkatan. Afrika Selatan yang gagal lolos ke Piala Dunia sejak 2002 berhasil kembali ke panggung dunia setelah sebelumnya finis di peringkat ketiga Piala Afrika 2023.
Ceko Unggul Cepat Lewat Sadilek
Kedua tim memasuki pertandingan dengan tekanan besar setelah sama-sama kalah pada laga pembuka Grup A.
Ceko langsung mengancam saat laga baru berjalan kurang dari satu menit. Patrik Schick yang menjadi salah satu andalan tim mendapat peluang emas melalui sundulan, tetapi bola masih melebar dari sasaran.
Meski tidak diperkuat banyak pemain bintang seperti generasi-generasi sebelumnya, Ceko mampu tampil agresif sejak awal pertandingan dan beberapa kali merepotkan pertahanan Afrika Selatan.
Tim asuhan Miroslav Koubek akhirnya membuka keunggulan pada menit keenam. Berawal dari umpan silang Adam Hlozek, Alexandr Sojka memberikan sentuhan cerdas yang mengarahkan bola kepada Michal Sadilek.
Sadilek kemudian melepaskan penyelesaian tenang yang gagal dihentikan kiper Ronwen Williams untuk membawa Ceko unggul 1-0.
Ceko menyesali kegagalan memanfaatkan sejumlah peluang emas pada awal babak kedua untuk mengunci kemenangan. Vladimir Darida kehilangan momentum saat berada dalam posisi menjanjikan, sementara tendangan jarak jauh Lukas Cerv berhasil ditepis Williams.
Penalti Mokoena Selamatkan Afrika Selatan
Afrika Selatan akhirnya mendapatkan kesempatan menyamakan kedudukan tujuh menit menjelang waktu normal berakhir.
Tembakan jarak jauh Thapelo Maseko mengenai tangan Pavel Sulc di dalam kotak penalti. Wasit Tori Penso yang memimpin tim perangkat pertandingan seluruhnya perempuan langsung menunjuk titik putih.
Mokoena yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan rendahnya melewati jangkauan kiper Matej Kovar dan mengubah skor menjadi 1-1 pada menit ke-83.
Gol tersebut menjadi gol pertama Afrika Selatan di Piala Dunia dalam 16 tahun terakhir.
Bafana Bafana bahkan nyaris membalikkan keadaan lima menit kemudian. Namun peluang Relebohile Mofokeng berhasil digagalkan Kovar.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tetap bertahan.
Ribuan Kursi Kosong dan Kritik Hugo Broos
Pertandingan di Mercedes-Benz Stadium juga memperlihatkan ribuan kursi kosong. Selain itu, jeda hidrasi di tengah pertandingan mendapat sorakan dari sebagian penonton meski laga berlangsung di stadion tertutup yang dilengkapi sistem pendingin udara.
Usai pertandingan, pelatih Afrika Selatan Hugo Broos melontarkan kritik terhadap stadion di Atlanta yang menjadi lokasi pertandingan.
Menurutnya, stadion yang biasa digunakan oleh tim NFL tersebut memiliki fasilitas modern, tetapi kurang menghadirkan atmosfer sepak bola yang sesungguhnya.
"Ini stadion yang fantastis, tetapi bukan stadion sepak bola," ujar Broos.
Pelatih Bafana Bafana itu menyoroti minimnya atmosfer pertandingan dan konfigurasi stadion yang tertutup. Ia mengaku lebih menyukai stadion terbuka dan menilai venue ikonik seperti Stadion Azteca menawarkan pengalaman sepak bola yang lebih autentik.
Piala Dunia 2026 memang menggunakan sejumlah stadion yang awalnya dibangun untuk American football di Amerika Serikat. Beberapa venue dilengkapi atap yang dapat dibuka-tutup dan sistem pendingin udara.
Meski mengkritik stadion, Broos tetap memuji respons para pemainnya setelah mendapat kritik tajam menyusul kekalahan 0-2 dari salah satu tuan rumah, Meksiko, pada laga pembuka Grup A.
"Jika kami terus bermain seperti ini dan bisa menampilkan performa seperti hari ini, saya pikir kami memiliki peluang untuk lolos ke putaran kedua," kata Broos.
Peluang Lolos Ditentukan Laga Terakhir
Meski harus puas dengan satu poin, hasil imbang ini berpotensi menjadi sangat penting dalam persaingan Grup A.
Afrika Selatan selanjutnya akan menghadapi Korea Selatan pada laga terakhir grup. Namun mereka dipastikan kehilangan Mokoena yang harus menjalani skorsing setelah menerima kartu kuning keduanya di turnamen ini.
Sedangkan Ceko yang kalah 1-2 dari Korea Selatan pada pertandingan pembuka hampir dipastikan membutuhkan kemenangan atas Meksiko pada laga terakhir untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Nasib kedua tim akan ditentukan pada pertandingan terakhir Grup A yang digelar pekan depan. Afrika Selatan menghadapi Korea Selatan, sedangkan Ceko berjumpa Meksiko dalam perebutan tiket menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026.(*)
Editor : Heri Sugiarto