PADEK.JAWAPOS.COM—Semen Padang FC memberikan penjelasan resmi terkait sanksi administratif berupa pengurangan satu poin yang diterima klub pada awal musim kompetisi.
Manajemen menyebut sanksi tersebut berkaitan dengan dinamika administratif dalam pemenuhan regulasi Club Licensing, khususnya mengenai pendaftaran stadion yang menjadi homebase klub.
Penjelasan tersebut disampaikan secara terbuka agar suporter dan masyarakat Sumatera Barat memperoleh informasi yang jelas, objektif, dan utuh mengenai latar belakang pengurangan poin yang diterima Kabau Sirah.
Baca Juga: Cuaca Sumbar Hari Ini, 7 Kota Diprakirakan Hujan, Suhu Terendah 18°C
GM Semen Padang FC, Denny Shulton dalam keterangan tertulisnya mengatakan, persoalan tersebut bermula ketika Stadion H. Agus Salim (GHAS) harus menjalani renovasi total.
Kondisi itu membuat stadion yang selama ini menjadi kandang Semen Padang FC belum dapat didaftarkan sebagai venue utama dalam proses Club Licensing.
Di tengah keterbatasan waktu pada masa pendaftaran licensing, manajemen Semen Padang FC musim 2025/2026 kemudian mendaftarkan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebagai stadion alternatif.
Baca Juga: 52 Nagari Siaga Karhutla, Patroli Malam Jadi Garda Terdepan
Langkah tersebut dilakukan agar proses pemenuhan persyaratan lisensi klub dapat diselesaikan sesuai tenggat waktu yang berlaku.
Namun, memasuki musim kompetisi berikutnya, Semen Padang FC melakukan penyesuaian terkait efisiensi operasional dan beban finansial tim.
Penyesuaian itu kemudian ditindaklanjuti manajemen dengan mengajukan surat permohonan resmi kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk mengalihkan lokasi homebase ke stadion lain.
Baca Juga: Dharmasraya Siaga 1 Karhutla hingga 24 September, Sekolah Kembali Daring
Akan tetapi, permohonan perubahan lokasi homebase tersebut tidak dapat disetujui oleh operator liga.
Setelah melalui berbagai pertimbangan, termasuk kondisi operasional dan kebutuhan tim, Semen Padang FC akhirnya memutuskan Stadion Patriot sebagai kandang untuk menjalani pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Perubahan lokasi pertandingan dari stadion yang tercantum dalam dokumen lisensi sebelumnya kemudian menimbulkan konsekuensi administratif.
Sesuai ketentuan Club Licensing, setiap klub diwajibkan menjalani pertandingan di stadion yang telah didaftarkan sejak awal.
Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumbar 11–13 September, 9 Daerah Siaga
Karena terdapat penyesuaian lokasi pertandingan dari stadion yang tercantum dalam dokumen lisensi periode sebelumnya, Semen Padang FC harus menerima sanksi administratif berupa pengurangan satu poin.
Manajemen Semen Padang FC menyatakan menerima keputusan tersebut dengan lapang dada. Sikap itu disebut sebagai bentuk penghormatan terhadap regulasi dan tata kelola kompetisi yang berlaku.
Klub juga menjadikan persoalan tersebut sebagai bahan evaluasi dalam pengelolaan administrasi klub ke depan, khususnya dalam memastikan seluruh aspek administratif dapat dipersiapkan dan dipenuhi secara lebih matang.
Baca Juga: Rumah BUMN Bukit Asam Latih Masyarakat Membuat Lilin Aromatik Bernilai Tambah
Meski harus memulai kompetisi dengan konsekuensi pengurangan satu poin, Semen Padang FC memastikan fokus tim kini diarahkan sepenuhnya kepada perjuangan di lapangan.
Seluruh elemen tim diharapkan dapat segera menutup defisit poin tersebut melalui hasil positif dalam pertandingan-pertandingan berikutnya.
Manajemen pun menegaskan bahwa perjuangan Semen Padang FC tidak berhenti karena sanksi administratif tersebut. Tim akan berupaya meraih hasil maksimal demi memperbaiki posisi dan memenuhi target yang telah ditetapkan pada musim kompetisi ini. (*)
Editor : Adetio Purtama