Pergi ke toko membeli nasi
Dijual pedagang dari Minang
Saya datang membawa misi
Untuk membawa Golkar menang_
PADEK.JAWAPOS.COM-ITU pantun yang diucapkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sesaat sebelum terpilih secara aklamasi, sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar, Selasa (21/8). Sayang, pantun Bahlil, juga gagasannya untuk Partai Golkar lima tahun mendatang, tenggelam karena candaan politiknya tentang Raja Jawa.
“Jadi kita harus lebih paten lagi, soalnya Raja Jawa ini kalau kita main-main, celaka kita. Saya mau kasih tahu saja, jangan coba-coba main-main barang ini. Waduh ini ngeri-ngeri sedap barang ini, saya kasih tahu,” ujar Bahlil seperti dikutip dari sejumlah media daring.
Sebelum menyampaikan candaan politik tentang Raja Jawa, Bahlil berkisah banyak hal. Mulai kisah kekalahannya dari Dave Laksono, dalam pemilihan Ketum AMPI, organisasi yang didirikan Partai Golkar. Sampai kesulitannya masuk pengurus DPP Partai Golkar.
Hingga Bahlil memilih fight di HIPMI. Organisasi mengantarnya jadi Menteri Investasi. Bahlil juga menukilkan kisah para tokoh yang pernah menjadi Ketum Golkar sejak reformasi. Bahlil memulai dari 2004. Ketika Golkar yang terpuruk di titik nadir kembali menjadi pemenang Pemilu.
“Bang Akbar Tanjung, tokoh fenomenal. Mampu membalikkan kondisi partai yang terpuruk pasca reformasi, menjadi partai pemenang,” katanya.
Apa yang terjadi kemudian, lanjut Bahlil, dalam Munas Partai Golkar di Bali, Akbar Tanjung fight dengan Jusuf Kalla (JK). “Pak JK menang. Pak JK menang pun karena dekat pemerintah. Beliau wakil presiden. Pak SBY adalah presidennya,” kata Bahlil.
Dia menyebut, begitu selesai atau begitu masa jabatan JK berakhir, muncul Aburizal Bakrie. Fight dengan Pak Surya Paloh. “Pak Surya Paloh pasti dapat dukungan Pak JK. Tapi Pak JK sudah selesai jadi wapres. Pak Ical didukung Pak SBY. Dan kemudian, Pak Ical juga menang,” kata Bahlil.
Setelah Pak Ical selesai, muncul Setya Novanto lewat Munaslub. Waktu itu, posisi Novanto sebagai Ketua DPR, dekat dengan Jokowi. “Alhamdulillah, juga menang. Begitu selesai, kemudian, zamannya Pak Airlangga. Pak Airlangga, juga menang. Karena, dekat dengan Presiden Jokowi sebagai Menteri Perindustrian,” tutur Bahlil.
Kemudian, Bahlil menceritakan dirinya yang menjadi kompetitor dalam Munaslub Golkar 2024. “Mazhab saya sebenarnya mazhab kompetisi. Karena memang sejak lahir, untuk berjuang mendapatkan sesuatu rezeki, gak bisa makan saya. Pernah busung lapar waktu saya kuliah. Jadi, memang, mazhab saya, mazhab kompetisi,” ujar Bahlil.
Dalam Munas XI Partai Golkar di Jakarta, Bahlil merasa dirinya dianggap dapat dukungan dari pemerintah. Dan menurut Bahlil, dianggap dapat dukungan itu salah. Karenanya, Bahlil sempat menanyakan, kenapa calon dahulu tak dinyatakan salah? Kenapa dia dinyatakan salah? Apa yang membuat seperti itu?
“Apakah memang, saya kader dari ufuk timur, yang bukan anak siapa-siapa di Jakarta ini? Apakah memang, pengurus DPD 1 Golkar se-Indonesia tak boleh mencalonkan diri sebagai Caketum DPP Golkar?” kata Bahlil.
Bahlil berpendapat, lewat sebuah pemikiran besar, Golkar dilahirkan sebagi instrumen politik pemerintah dalam pembangunan bangsa. Maka menurut hemat Bahlil, Golkar harus kembali ke khittah perjuangannya: sebagai doktrin karya kekaryaan dan suara rakyat adalah suara Golkar.
Gagasan Besar Bahlil Untuk Golkar
Dalam perspektif doktrin karya kekaryaan dan suara rakyat adalah suara Golkar, Bahlil menyampaikan sejumput gagasan besarnya. Dia yakin, Golkar ke depan, untuk bisa melakukan tranformasi, harus tetap berpijak pada cita-cita dalam platform perjuangan memperkokoh semangat karya kekaryaan.
Partai Golkar tak boleh berhenti melaksanakan pembaharuan dan pembangunan. Untuk itu, dalam kepemimpinan lima tahun ke depan, Bahlil mengaku akan dipandu sejumlah visi. Diantaranya, transformasi Golkar menjadi partai politik modern yang solid, mengakar, untuk menuju kemenangan.
Dalam konteks bisa menang ini, Bahlil membagi menjadi dua faktor: internal dan eksternal. Bahlil menyebut, saat dulu masuk menjadi kader Golkar, masih mengenal apa yang disebut karakterdes.
Bahlil tak tahu, apakah sekarang karakterdes itu masih ada atau tidak. Yang jelas, menurut Bahlil, dalam karakter design kader Golkar diajarkan tata kelola organisasi dan konsolidasi organisasi. Ada mekanisme dalam pengambilan keputusan.
Karena itu, Bahlil menegaskan, dalam konsolidasi organisasi ke depan, tidak hanya dilakukan lewat DPP. Tapi juga konsolidasi tingkat kecamatan, desa, kabupaten, dan provinsi.
Pendek kata, Bahlil ingin, konsolidasi partai di daerah harus terjadi. Partai ini harus menjadi platform perjuangan. Menjadi pelopor pembuat ide. Dan itu sudah terjadi sejak lama.
Bahlil pun berjanji kepada peserta Munas dan Rapimnas Partai Golkar, insya Allah jika terpilih sebagai ketua umum, dia akan datang ke seluruh kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia. Karena menurut Bahlil, yang tahu susahnya daerah itu hanya kader yang pernah berproses dari daerah.
Bahlil menegaskan pula, bahwa mekanisme pengambilan keputusan partai, tidak boleh dibuat hanya oleh sekelompok orang. Karena, PO, AD/ART, Juklak, Juknis, semua sudah ada. “Jangan sampai orang Papua bilang: tulis lain, baca lain, bikin lain. Saya jujur, tidak seperti itu,” katanya.
Ke depan, Bahlil inginkan Golkar jadi bagian dari instrumen dinamika berpolitik. Karena tokoh-tokoh Golkar, luar biasa kecerdasan politiknya. Jangankan kader Golkar, office boy di Slipi, punya kemampuan politik lebih tinggi dari pada kader partai baru yang muncul.
Sebab itu pula, menurut Bahlil, database pengkaderan harus jalan. Harus sesuaikan dengan perkembangan zaman. Apalagi, kini ada sosmed . Sudah ada IT .Ini yang Golkar harus adaptif. Karena tantangan pada 2029 nanti, jumlah pemilih usia 17 sampai 50 tahun, mencapai 72 persen.
“Market kita di situ. Jadi, kalau kita tak mampu melakukan penyesuaian. Dalam rangka meraih pikiran mereka dan simpati merekan. Maka kita tidak bisa menjadi partai yang lebih baik dari sekarang. Karena penentuan pemilih itu adalah mereka sendiri,” kata Bahlil.
Dalam perspektif potensi pemilih usia 17 sampai 50 tahun yang mencapai 70 persen pada Pemilu 2029, Bahlil ingin membagi kepengurusan Golkar, menjadi tiga bagian besar ke depan. Pertama, struktur yang membidangi organisasi dan kepartaian.
Kedua, struktur yang membidangi pemenangan Pemilu. Karena ujungnya adalah Golkar harus mendapatkan bagian dari pada effect electoral. Dan ketiga, struktur yang mempublikasikan.
“Nah mungkin, kita bikin, pokja-pokjanya banyak. Saya juga izin dalam forum ini, mau menyampaikan, pengurusnya tidak usah banyak. Di bawah 100. Karena semakin banyak pengurus, bukan kita pikirkan program, kita malah pikirkan pengurus,” tukas Bahlil.
Bahlil ingin membuat struktur pemenangan pemilu yang terukur. Ada bidang millenial. Ada bidang pertanian. Ada bidang enterpreneur. Dan macam-macam. Ini yang akan didetailkan Kemudian, Bahlil ingin Fraksi Golkar di DPR betul-betul menjadi perpanjangan partai.
“Bila perlu, satu hari, tiga tema, empat tema. Main barang ini. Kalau tak main, bargaining possition kita gak jalan. Jadi kalau tak ada masalah, ya buat dikit-dikit lah. Jangan terlalu banyak, nanti pengendalinanya susah,” pungkas Bahlil.
Akhiri Faksi-faksi di Golkar
Sebelum menutup pidato pertamanya, Bahlil menegaskan, misinya ke depan, tidak ingin, Golkar berfaksi-faksi. Jangan ada lagi faksi a, faksi b, faksi c. “Faksi kita, cuma satu. Partai Golkar. Udahlah, gaya lama ini sudahlah Abang semua. Mohon maaf. Udah. Saya minta tolong. Udah. Udah,” pinta Bahlil.
Dia juga tak ingin lagi, ada ilmu “olah-mengolah” di Partai Golkar. Partai ini harus dilakukan sebagai organisasi modern. Tidak bisa lagi omon-omon . “Kita kalau boleh yang lurus-lurus ajalah,” ujar Bahlil.
Dia menegaskan, pentingnya memperkuat posisi Partai Golkar sebagai organisasi yang mengandalkan sistem kaderisasi. Ada hasta karya. Ada organisasi sayap. Organisasi lain di luar dari kepengurusan. Ini harus diisi kader Golkar.
Terakhir, Bahlil menegaskan, program paling pertama kepengurusan Partai Golkar ke depan adalah menyukseskan pemerintahan Prabowo-Gibran. Berada pada garda terdepan untuk mengeksekusi seluruh program. Dan juga berada pada garda terdepan dengan parpol koalisi lain untuk menjadi benteng pertahanan. Ketika ada yang main-main.
“Ini adalah bagian dari implementasi doktrin karya-kekaryaan. Dan kita tak boleh main-main. Kita sepakat, mendukung pemerintah. Jangan pagi mendukung, sore mendukung, siang mendukung, malam main-main. Saya tak punya kepentingan pribadi. Kepentingan saya, Golkar lebih baik dari sekarang,” kata Bahlil.
Akankah, Bahlil Lahadalia, mampu mewujudkan mimpi besarnya? Ataukah Bahlil justru akan tenggelam dengan candaan politiknya soal Raja Jawa? Kita lihat saja.
Yang jelas, Bahlil yang tak suka diumbar dan disanjung itu, mengakui apa adanya, jika kadang tata kramanya, agak berkurang dari orang kota. Namun tak perlu meragukan komitmen dan kesetiaannya. Semoga begitu adanya. Biar masuk tuh barang! (M. Fajar Rillah Vesky, Anggota DPRD dari Golkar)
Editor : Novitri Selvia