Oleh: Irfan Affandi, Inisiator Road to Roadmap Event Padang–Sumatera Barat 2026–2030/ Ketua DPD ASPERAPI Sumbar 2021–2024/ Dewan Pembina & Pengawas DPD ASPERAPI Sumbar.
PADEK.JAWAPOS.COM-Di tengah persaingan antar kota dalam menarik wisatawan dan investasi, satu hal menjadi semakin jelas: kota yang mampu “menghidupkan dirinya” melalui event adalah kota yang bergerak lebih cepat secara ekonomi.
Saat ini, Kota Padang sebenarnya tidak kekurangan penyelenggaraan event. Berbagai kegiatan budaya, festival, hingga acara pemerintahan rutin digelar setiap tahun.
Namun pertanyaannya bukan lagi tentang jumlah event, melainkan seberapa besar dampak ekonomi yang dihasilkan dari setiap kegiatan tersebut. Inilah titik krusial yang perlu menjadi perhatian bersama.
Event Bukan Sekadar Kegiatan, tetapi Instrumen Ekonomi
Di banyak kota maju, event telah berevolusi dari sekadar agenda seremonial menjadi instrumen strategis penggerak ekonomi.
Satu event berskala besar mampu meningkatkan okupansi hotel, menggerakkan sektor kuliner dan UMKM, membuka lapangan kerja sementara hingga permanen, serta memperkuat citra kota di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan kata lain, event menciptakan multiplier effect yang nyata.
Padang memiliki seluruh prasyarat untuk memanfaatkan peluang ini, mulai dari kekayaan budaya Minangkabau, kekuatan kuliner, hingga keindahan alam yang unik. Namun potensi besar ini belum sepenuhnya dioptimalkan.
Tantangan Utama: Belum Ada Arah yang Terstruktur
Selama ini, banyak event berjalan sendiri-sendiri, tidak terintegrasi dalam satu strategi besar, tidak memiliki indikator dampak ekonomi yang jelas, dan belum menjadi bagian dari ekosistem industri yang berkelanjutan.
Akibatnya, event sering kali berhenti pada “keramaian sesaat” tanpa menghasilkan dampak jangka panjang bagi pertumbuhan kota.
Mengapa Roadmap Industri Event Menjadi Penting
Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan langkah strategis melalui penyusunan roadmap industri event Kota Padang.
Roadmap ini bukan sekadar dokumen, melainkan arah kebijakan yang akan menentukan positioning Padang sebagai destinasi event, mengintegrasikan seluruh event dalam satu strategi kota, memastikan setiap event memiliki target dan dampak ekonomi, serta membuka peluang investasi dan kolaborasi yang lebih luas.
Dengan roadmap yang jelas, event tidak lagi berjalan sporadis, tetapi menjadi bagian dari sistem ekonomi kota yang terukur dan berkelanjutan.
Momentum yang Tidak Boleh Dilewatkan
Industri event dan MICE di Indonesia saat ini sedang tumbuh pesat. Banyak kota berlomba memperkuat posisi sebagai destinasi event.
Dalam konteks ini, Padang memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemain utama di wilayah Sumatera.
Namun peluang ini tidak akan bertahan selamanya. Tanpa langkah strategis, kota lain yang lebih siap akan mengambil posisi tersebut.
Kolaborasi adalah Kunci
Mewujudkan roadmap industri event bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kolaborasi diperlukan antara pemerintah daerah, pelaku industri event dan kreatif, sektor swasta dan sponsor, serta masyarakat sebagai bagian dari ekosistem.
Dengan kolaborasi yang kuat, event dapat menjadi alat yang tidak hanya menghibur tetapi juga menggerakkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Maka, sudah saatnya cara pandang terhadap event diubah dari sekadar kegiatan menjadi strategi, dari sekadar keramaian menjadi pergerakan ekonomi, dan dari sekadar agenda tahunan menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan Kota Padang.
Pertanyaannya bukan lagi apakah Padang mampu, tetapi apakah semua pihak siap mengambil langkah strategis untuk mewujudkannya.(*)
Editor : Heri Sugiarto