KTM menghadapi krisis finansial yang disebabkan oleh penurunan permintaan dan resesi di pasar. Pabrikan ini juga mengalami surplus produk yang tidak terjual, dengan sekitar 100 ribu motor yang belum terjual.
KTM AG, beserta anak perusahaannya KTM Components dan KTM Research and Development, memiliki utang bersama sebesar 2,9 miliar Euro (sekitar Rp 48 triliun)
Utang ini menyebabkan tekanan finansial yang signifikan. KTM terpaksa melakukan pengurangan karyawan, termasuk pengurangan 500 pekerjaan tambahan dan memberhentikan ratusan karyawan lainnya.
KTM juga mengurangi produksi dan menerapkan pengurangan jam kerja untuk mengurangi biaya operasional.
Dampak Penutupan
Lebih dari 3.600 pekerja KTM terdampak oleh kebangkrutan ini, dengan risiko kehilangan pekerjaan.
Meskipun KTM memastikan bahwa proyek MotoGP untuk tahun 2025 tetap berjalan, kebangkrutan ini menimbulkan ketidakpastian terkait keikutsertaannya di ajang MotoGP di masa depan.
KTM juga menunda proyek motor baru hingga masa yang belum ditentukan. KTM juga memiliki program pembibitan di Moto3, Moto2, dan Red Bull Rookies Cup, yang mungkin akan terpengaruh oleh krisis finansial ini. (*)
Editor : Adetio Purtama