Ya, ini juga karena kekhawatiran Anna yang takut sang pujaan hatinya diambil orang. Dan boleh dikatakan, ini ibarat makan obat, pagi, siang dan malam, tak jarang Anna selalu menanyakan kabar Harun. Termasuk ingin tahu bagaimana keadaan Harun, apakah dia sudah makan dan sebagainya.
Dalam dunia percintaan, hal-hal seperti ini, boleh dikatakan adalah hal yang wajar. Bagaikan kata pepatah, jika cinta sudah bersemi, bagaikan hari tanpa malam, bagaikan dunia milik berdua.
Dan bagi kita, terutama para suami atau pun istri, perasaan seperti ini agaknya juga sudah pernah dirasakan ketika menapaki usia remaja yang merupakan masa-masa paling indah.
Perjalanan cinta Harun dengan Anna sendiri juga tergolong unik. Di mana, mereka berkenalan hanya karena ada kesamaan. Ya, mereka sama pemain bola voli. Saat itu, kedua insan tersebut sama-sama sedang menjalani latihan olahraga basket di sebuah lapangan voli di Ibu Kota Sumbar.
Singkat cerita, mereka berdua akhirnya saling ngobrol seputaran bola voli. Harun yang sangat paham dengan olahraga tersebut juga seakan tak ingin kalah.
Begitu juga dengan Anna yang memang sudah menggeluti olahraga dengan jaring tersebut sejak dari bangku sekolah SMP, tentunya memiliki pengalaman yang baik dengan bola voli.
Itu yang juga yang membawa mereka berkenalan satu sama lain, hingga berlanjut ke hubungan asamara. Meski banyak pasang surut yang dirasakan mereka untuk saling sama-sama menjaga hati.
Menariknya, untuk membuktikan kesetiaan Harun, Anna juga pernah membuat skenario yakni, dengan meminta kawannya untuk merayu Harun. Ini berawal ketika Harun, sedang menunggu bus untuk pergi ke pasar di sebuah halte.
Tak lama kemudian, datanglah seorang wanita yang sengaja mencuri-curi pandang dari Harun. Meski mimik wajah yang cuek, namun Harun paham apa yang sedang dihadapinya.
Bahkan karena saking penasaran, wanita tersebut mencoba berjalan di depan Harun sambil menjatuhkan dompetnya tepat di depan Harun. Harun yang orang juga memiliki jiwa sosial dengan reflek langsung memungut dompet tersebut, seraya menyerahkannya kepada wanita tersebut, sambil berkata. Ini dompet kami jatuh barusan.
Mata gadis tersebut, tak sedikitpun berkedip ketika melihat orang yang diincarnya berada tepat di depan matanya. Tanpa merasa ragu, gadis tersebut terlihat mulai mengakrabkan diri.
Bahkan, gadis ini juga sempat menanyakan nomor ponsel Harun. Namun dengan tegas, Harun pun menolak untuk memberikannya.
Selang tak beberapa lama, akhirnya, bus yang mereka tunggu pun tiba. Sambil mengucapkan kata “maaf, saya harus segera pergi”. Harun akhirnya langsung bergegas menaiki bus tersebut. Jadi sekenario tersebut, boleh dikatakan sepertinya Harun masih memiliki pendirian yang kuat dan tidak tertarik dengan godaan dari wanita lain.
Hal ini tentunya membuat Anna sedikit lega, namun demikian Anna tetap saja ingin selalu mengawasi kekasihnya agar tidak kecolongan.
Dan jika tidak ada aral melintang, mereka rencananya akan melangsungkan hubungan yang lebih serius lagi, yakni naik ke pelaminan.
Dan mereka kini juga sudah sama-sama mempersiapkan segala sesuatunya persiapan pesta pernikahan. Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan positif dari teman-teman. (zul)
Editor : Adetio Purtama