Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gara-gara Amplop Kosong

Adetio Purtama • Rabu, 11 Juni 2025 | 11:06 WIB

Photo
Photo
PADEK.JAWAPOS.COM—Niat hati untuk pamer sekaligus mentraktir teman-temannya, namun kenyataannya hanya rasa malu yang didapatkan oleh Bayu (nama samaran). Penyebab dari kesialan yang dia dapatkan tidak lain dan tidak bukan adalah amplop kosong yang dia terima sebagai peserta salah satu seminar. Seperti apa ceritanya?

Sekitar pukul 10.00, Bayu mendapatkan pesan Whatsapp dari salah seorang temannya Andi (nama samaran). Pesan itu berisi ajakan untuk mengikuti salah satu kegiatan seminar motivasi yang digelar oleh instansi pemerintahan di alun-alun kota. Kebetulan tidak sedang bekerja Bayu menerima ajakan dari temannya itu.

Apalagi Adi mengatakan kepada Bayu setiap peserta seminar akan diberikan uang transfer sebesar Rp 250.000. Kabar itu membuat Bayu semakin semangat untuk menghadiri seminar tersebut. Kebetulan sebelumnya Bayu sudah berjanji kepada teman-temannya untuk mentraktir makan siang karena seminggu lalu dia ulang tahun.

Namun karena belum gajian dia tidak bisa mentraktir terlebih dahulu. Oleh karena itu uang yang didapatkan dari menjadi peserta nantinya akan digunakan untuk mentraktir teman-temannya. Bayu kemudian menulis pesan di grup WhatsApp bahwasanya dia akan mentraktir teman-temannya makan siang di kafe tempat biasa mereka nongkrong.

Esok harinya tepat pukul 09.00, Bayu dan Andi sudah berada di dalam aula dan mendengar seminar yang disampaikan oleh narasumber. Seminar itu pun berjalan dengan lancar yang sukses. Semua peserta yang berjumlah ratusan itu sangat antusias dengan materi yang disampaikan oleh narasumber. Tepat pukul 11.00 seminar itu selesai.

Setelahnya, Bayu dan Andi langsung mengantre di loket tempat pencairan uang transportasi. Karena berada di barisan pertama langsung mendapatkan giliran untuk mendapatkan amplop yang berisi uang transportasi. Wajah Bayu pun terlihat sangat bahagia. Kemudian Bayu mengajak Andi untuk pergi ke kafe tempat teman-teman lain berkumpul.

Setiba di kafe ternyata sudah ada 4 orang teman Bayu dan Andi tempat biasa mereka nongkrong. Bayu kemudian memanggil pelayan kafe dan menanyakan Semua pesanan dari teman-temannya itu. Dengan penuh semangat Andi beserta 4 orang teman lainnya langsung memesan makanan yang mereka inginkan.

Sekitar 20 menit kemudian seluruh pesanan sudah datang di atas meja mereka. Tanpa basa-basi Bayu dan temannya langsung menyantap makanan dan minuman mereka masing-masing. Sambil makan mereka pun bercengkrama membahas topik apa saja yang terlintas di pikiran.

Tak membutuhkan waktu lama semua makanan dan minuman yang berada di atas meja Kandas dilahap oleh Bayu dan teman-temannya. Bahkan buah-buahan yang dipesan juga habis tak bersisa. Andi dan lainnya udah ucapkan terima kasih kepada Bayu yang telah menepati janjinya untuk mentraktir makan siang.

Dengan penuh bangga Bayu menunjukkan amplop warna putih yang dia dapatkan dari kegiatan seminar tadi. Dia mengatakan semua makanan dan minuman yang telah dipesan akan dibayar dengan uang yang terdapat di dalam amplop putih itu. 4 orang teman Bayu itu menyuruhnya untuk segera membuka amplop putih dan melihat berapa jumlah uang yang ada di dalamnya.

Perlahan tapi pasti Bayu membuka amplop putih itu. Namun ketika amplop itu telah terbuka Bayu tidak menemukan uang sepersen pun di dalamnya. Bahkan saking tidak percayanya dia menggoyang-goyangkan amplop tersebut agar uang yang terselip bisa terjatuh.

Tetapi amplop itu benar-benar tidak ada isinya. Andi yang baru tiba di meja karena mengambil kertas tagihan dari kasir kemudian menyerahkan tagihan itu kepada Bayu. Namun Bayu terlebih dahulu menanyakan kepada Adi Apakah amplop putih yang dia dapatkan berisi uang atau tidak.

Andi kemudian membuka amplop miliknya. Ketika dibuka ternyata terdapat uang sebesar Rp 250.000. Ternyata amplop putih yang diterima oleh Bayu adalah amplop kosong. Bayu memeriksa isi dompetnya. Ternyata uang yang ada di dalam dompetnya ada berisi Rp 50.000 saja. Bayu pun panik karena dengan apa dia akan membayar tagihan makanan teman-temannya.

Andi pun tidak tega melihat raut sedih yang terpancar di wajah Bayu. Andi pun merasa bersalah karena dialah yang mengajak Bayu ikut seminar tersebut. Dia berinisiatif untuk meminjamkan uang kepada Bayu agar dia bisa membayar tagihan makanan dan minuman yang telah dipesan.

Meskipun malu, Bayu harus menerima tawaran dan pertolongan dari Andi jika dia tidak mau mencuci piring di dapur kafe, karena tidak sanggup membayar tagihan makanan. Walau utang traktiran kepada teman-temannya sudah terbayar lunas, namun utang baru muncul dan harus segera dilunasi. (adt)

Editor : Adetio Purtama
#amplop kosong #traktir