Warga di Kelurahan Batung Taba Nan XX, Kecamatan Lubukbegalung (Lubeg) mayoritas bekerja sebagai pekerja, sopir, dan berdagang dikarenakan lokasi daerah yang berdekatan dengan pabrik pengolahan karet.
Untuk menambah penghasilan warga apalagi di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kelurahan Batung Taba Nan XX berinisiatif membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) yang diberi tugas untuk mengelola lahan perkebunan.
“Kegiatan KWT sempat vakum namun aktif kembali dari tahun 2020 lalu sampai sekarang dikarenakan banyak warga yang terbatas aktivitasnya akibat pandemi dan memilih mengelola kebun sayur,” kata Lurah Batung Taba Nan XX, Syafni Nora.
Ia mengatakan, lahan kosong yang berada di Kelurahan Batung Taba Nan XX dikelola dan dimanfaatkan oleh KWT untuk ditanami berbagai jenis sayur terong, tomat, kol, dan sayuran lainnya. KWT itu sendiri beranggotakan sebanyak 35 orang.
Dalam pembagian tugasnya, anggota sebanyak 35 orang yang didominasi oleh kaum ibu-ibu tersebut dibagi dalam beberapa kelompok dan diberi jadwal piket untuk mengelola kebun sayur tersebut.
“Saat ini KWT itu berada di RW 2. Melihat perkembangan positif pada kebun tersebut, rencananya di RW 5 juga akan dibentuk KWT dalam waktu dekat ini karena sudah ada lahan yang akan ditempati,” katanya.
Ia mengungkapkan, dalam mengelola kebun sayur tersebut pihak kelurahan dan KWT dibantu dalam segi anggaran melalui dana pokok pikiran (pokir) anggota DPRD dan Dinas Pertanian (Distan) Kota Padang.
“Setelah beberapa bulan berjalan, alhamdulillah kami mendapat bantuan dana pokir yang kerja sama dengan Distan dan diarahkan untuk pembelian bibit,” ujarnya.
Disebutkan, KWT sendiri telah merasakan hasil panen dari kebun yang mereka kelola. Hal itu dibuktikan dengan dalam satu bulan terakhir KWT di RW 2 sudah sering memanen tanaman sayuran mereka. Hasil panen tersebut kemudian dijual.
“Penjual bakso dan pedagang yang berada di sekitar Kecamatan Lubeg juga sudah ada yang berlangganan dengan KWT, selain saat panen penjualan bisa juga saat masih di polybag dengan harga Rp 10 ribu per polibag,” ungkap Syafni.
Lebih lanjut dijelaskan, hasil panen dari kebun tersebut kemudian disetorkan ke koperasi yang mana jika para anggota membutuhkan uang untuk keperluan mereka, maka bisa dipinjam dari koperasi tersebut.
Karena di daerah Batung Taba Nan XX dekat dengan pabrik karet kebanyakan warga bekerja sebagai supir dan juga berdagang, jadi dengan adanya kegiatan KWT ini warga Kelurahan Batung Taba Nan XX terbantu dalam menambah pendapatan sehari-hari.
Syafni juga menyebutkan, melalui KWT ini pihaknya ingin menjadikan Kelurahan Batung Taba Nan XX sebagai kelurahan mandiri pangan di Kota Padang sehingga tidak tergantung lagi kepada Pemko Padang.
“Kami ingin warga kami selama pandemi Covid-19 yang belum tau kapan berakhirnya tidak selalu bergantung dengan bantuan pemerintah dan bisa mencari tambahan penghasilan,” tukasnya. (***) Editor : Novitri Selvia