Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Masjid Al Quwait Tabligh Akbar, Bantu Pendidikan 60 Anak Yatim Rp24 Juta

padek • Selasa, 1 Februari 2022 | 19:09 WIB
Photo
Photo
Masjid Al Quwait, Kelurahan Banuaran Nan SS, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang bekerja sama dengan Rumah Gadang Basamo (RGB) Alumni SMA 1 Padang 1987 serahkan bantuan Pendidikan Peduli Anak Yatim, Senin (31/1/2022)

Sebanyak Rp 24 juta dana yang terkumpul dari donatur tersebut, dibagikan untuk biaya pendidikan 60 anak yatim di Kelurahan Banuaran Nan XX dan sekitarnya.

Koordinator Jumat Berkah Berbagi (JBB) Masjid Al Quwait, Herwaty Taher mengatakan masing-masing anak yatim menerima bantuan uang tunai Rp400 ribu. Jumlah ini jauh meningkat dibanding Semester 2 Akhir Desember 2020 yang berjumlah Rp7 juta. Sedangkan Semester 1 di Juni 2021 berjumlah Rp12 juta.

“Kita berharap, dana itu bisa dipergunakan untuk biaya pendidikan, seperti membeli LKS yang memang dibebankan pada anak. Ke depan, kita menargetkan terkumpul Rp30 juta dengan penerima juga bertambah,” ujarnya di hadapan ratusan jamaah dan tokoh masyarakat yang memenuhi masjid berkapasitas 200 orang ini.

Herwaty Taher yang juga Seksi Hubungan Sosial dan Kemasyarakatan Masjid Al Quwait menambahkan program penyerahan bantuan pendidikan peduli anak yatim ini berlangsung setiap semester.

Selain, itu ada program tahun dalam bentuk penyerahan bantuan untuk kaum dhuafa jelang idul fitri. “Ini sudah berjalan jelang Idul Fitri 1442 H kemarin, dengan penyerahan total uang Rp9 juta ditambah paket sembako,” ujarnya.

Kemudian, ada Jumat Berkah berbagi (JBB) bersifat mingguan, yang diserahkan ba’da Shalat Jumat di Masjid Al Quwait ini. Selain bantuan uang, juga ada snack dan nasi dari para donatur. Baik UMKM maupun perorangan dari sekitar Masjid Al Quwait. Selanjutnya, penyaluran tas sekolah, buku, pakaian dan lainnya.

Penanggung Jawab JBB, Saribulih menambahkan, lahirnya program JBB berawal dari kepedulian pada anak yatim di Banuaran dan sekitarnya di luar panti asuhan. “Awalnya dari diskusi lepas antara saya dengan Herwaty Taher,” ujarnya.

“Saat itu, ada pengusaha yang baru bangkit dari keterpurukan ingin berbagi rezeki untuk anak yatim. Herwaty yang dulunya wartawan saya di Tabloid Publik, telepon saya. Maka saya ajak dan langsung dia setujui untuk berbagi saja dengan anak yatim yang ada di Banuaran ini,” ujar Saribulih yang juga wartawan senior itu.

Usai penyerahan santunan yang pertama itu, kata Saribulih, Herwaty mengaku mereka ada perkumpulan Rumah Gadang Basamo yang terdiri para alumni SMA 1 Padang tamatan 1987.

"Maka saya usulkan, program ini berlanjut dan dilakukan setiap ba’da Shalat Jumat. Bak gayung bersambut, Herwaty menyambut baik. Makakami sepakat untuk memberi nama program ini dengan Jumat Berkah Berbagi atau JBB,” ujar Saribulih yang juga praktisi pendidikan ini.

Saribulih menambahkan program JBB terus dikembangkan dengan menggandeng beberapa lembaga dan perorangan. “Selain RGB kita juga berupaya mendapatkan sumber lain. Bahkan beberapa lembaga yang ikut membantu diantaranya, Dompet Dhuafa Singgalang, Laznas Rumah Yatim dan Jaringan Pemred Sumbar. Malahan sampai saat ini, salah satu keluarga yang baru kehilangan sumber pencari nafkah terus dibantu dan dibina oleh Laznas Rumah Yatim,” ujarnya

Menurut Saribulih, suksesnya semua program ini tak terlepas dari dukungan para donatur. Baik donatur tetap maupun spontan. Begitu juga para jamaah dan bapak ibu sekalian yang terus mensuport demi anak yatim di sekitar.

Hudi Sutomo mewakili tokoh masyarakat Banuaran sangat mengapresiasi program yang dirancang di Masjid Al Quwait ini. Apalagi, program ini mendapat dukungan dari beberapa elemen yang eksis di bidang penyaluran bantuan sosial. Bahkan, tambahnya program ini sudah menyasar pada kaum dhuafa. “Semoga akan mengurangi jumlah masyarakat miskin,” ujarnya

Dia juga berharap, dukungan dari semua komponen yang ada di Banuaran. Baik pemerintah,para jamaah masjid dan masyarakat secara keseluruhan. “Hanya dengan kebersamaan, ekonomi akan membaik. Begitu, juga pembangunan ekonomi akan memberi dampak positif pada pembangunan mental dan spritual,” ujarnya

Camat Lubuak Begaluang yang diwakili Lurah Banuaran Nan XX, Alfianti Ginting berterimakasih pada penyelenggara program JBB. Menurutnya, kegiatan ini patut diapresiasi dan didukung. Apalagi, anak yatim yang ada di Banuaran berjumlah kurang lebih 160 orang butuh dukungan dari semua pihak.

“Kita berharap ke depan, jumlah penerima semakin bertambah. Karena saat ini ada 100 anak yatim lagi yang belum dapat bantuan. Mudah-mudahan ke depan, penyelengara program ini mampu mencari dana dan donatur lebih banyak lagi. Agar semua anak yatim kita semua terbantu,” ujarnya.

Sementara, Maspeg, S.Ag. MA dalam tausiyah Tabligh Akbar menekan pentingnya memberi makan anak yatim. Bahkan, katanya, seorang ibu akan mendapatkan dua kebajikan dalam memelihara anak yatim. Pertama, kebajikan sebagai orang tua yang menjadi tugas utama. Seterusnya, kebajikan memelihara anak yatim sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT dalam Al Qur;an.

Pada kesempatan itu, Maspeg juga mengungkapkan rahasia dalam mendirikan shalat. Menurutnya, seorang muslim wajib mendirikan shalat bukan hanya sekadar menghadap pada Allah. Menurutnya, bacaan demi bacaan dan gerakan dalam shalat memiliki rahasia besar pada orang yang mendirikan shalat tersebut. Semua ini, dikupas secara detil dan mendalam oleh Maspeg.(rel/idr) Editor : padek
#kecamatan lubuk begalung #Alumni SMA 1 Padang 1987 #Jaringan Pemred Sumbar #Masjid Al Quwait #Saribulih #Rumah Gadang Basamo (RGB) #kota padang #Kelurahan Banuaran Nan SS #bantuan Pendidikan Peduli Anak Yatim