Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Padang, terdapat beberapa kategori wisata yang telah dikembangkan di zaman kepemimpinan Wali Kota Padang Hendri Septa. Mulai dari wisata alam, wisata sejarah, wisata religi dan kategori lainnya yang masih banyak bermunculan.
Plt Kepala Dispar Kota Padang Arfian kepada Padang Ekspres mengatakan, pada masa kepemimpinan Hendri Septa, banyak obyek wisata yang telah dibenahi dan juga sudah berkembang dengan baik.
“Kalau kita lihat, sudah ada sebenarnya ribuan objek wisata yang ada di Kota Padang. Namun yang berpotensi hanya sekitar 100 objek wisata. Dan yang paling banyak dikunjungi adalah beberapa objek wisata unggulan seperti Pantai Padang, Pantai Air Manis, dan beberapa objek wisata lainnya,” katanya.
Menurutnya, peranan Pokdarwis juga sangat menentukan dengan adanya pengembangan desa-desa wisata yang ada di Kota Padang. Sebelumnya, Pokdarwis ini kurang berperan, namun untuk saat ini Pokdarwis sudah berperan.
Perkembangan objek wisata ini dilihat dari capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah dicapai pada tahun 2022 lalu, yakni melebihi target yang telah ditentukan. Di mana, PAD yang dicapai lebih dari Rp 1 miliar.
Lalu, pihaknya juga menjelaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan juga kualitas dari objek wisata itu sendiri tentu sedang berkembang, atau dalam perkembangan.
“Kualitas dari obyek wisatanya sendiri mulai ada pembangunan dan juga renovasi renovasi yang dilakukan untuk menarik wisatawan datang ke Kota Padang,” katanya lagi.
Lebih lanjut ia berharap ke depannya objek wisata di Kota Padang dapat berkembang lebih baik lagi baik di kepemimpinan Hendri Septa dengan wakil wali kota yang baru.
Sementara itu, pengamat pariwisata Sari Lenggogeni kepada Padang Ekspres mengatakan, objek wisata di Kota Padang saat ini memang dari segi kuantitas sudah banyak berkembang. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya muncul objek wisata baru dan juga telah diresmikan.
“Dari segi kuantitas memang ada perkembangan namun, dari segi kualitas bisa kita lihat sendiri bahwa pengelolaan dari objek wisata yang ada di Kota Padang ini masih kurang maksimal,” tuturnya lagi.
Lalu ia mencontohkan masih adanya obyek wisata yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk melakukan hal-hal yang bersifat kriminalitas, yakni dengan melakukan pungutan liar dan juga pemalakan di objek wisata, padahal objek wisata tersebut sudah dikelola dengan baik oleh pemerintah.
Lebih lanjut ia mengatakan, dari segi pengelolaan objek wisata di Kota Padang masih ada minusnya. Begitu juga dengan dari segi kontribusi dari masyarakat atau pokdarwis yang saat ini masih terbilang kurang maksimal.
Lebih lanjut ia berharap untuk ke depannya objek wisata di Kota Padang dapat lebih berkembang. Bukan hanya dari segi jumlah atau kuantitas saja namun dari segi kualitas, sumber daya manusia, dan juga fasilitas fasilitas yang akan memanjakan pengunjung dan membuat pengunjung tersebut merasa nyaman berada di objek wisata yang ada di Kota Padang ini. (cr5) Editor : Novitri Selvia