Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pengendalian Banjir Jangka Panjang, Mahyeldi: Bangun Embung di Padang

Admin Padek • Minggu, 16 Juli 2023 | 20:27 WIB
Photo
Photo

PADEK-Banjir dan longsor akibat hujan deras sejak Kamis (13/7) hingga Jumat (14/7) pagi terjadi di 11 titik di Kota Padang. Selain itu, terdapat 8 titik pohon tumbang. Banjir juga membuat warga mengungsi sebanyak 402 orang.




"Ratusan rumah terendam banjir, kemudian ada 7 rumah yang tertimpa longsor di Kecamatan Padang Selatan dengan kondisi rusak parah dan sedang, serta ada dua balita yang meninggal dunia akibat tertimbun longsor," ungkap Wali Kota Padang Hendri Septa.




Wako Hendri menyebutkan bahwa bencana banjir dan longsor kali ini merupakan yang terparah sejak tahun 2016 lalu.

"Akibat bencana ini dua warga kita yang berusia balita meninggal dunia tertimpa material longsor di Kelurahan Bukit Gado-gado, Kecamatan Padang Selatan," katanya.

Setelah kejadian, pihaknya sudah menyiapkan dapur umum di lokasi penampungan sementara dan menyalurkan bantuan yang dibutuhkan seperti makanan, tempat tinggal sementara dan lainnya.



Wako Hendri juga telah meninjau lokasi terdampak banjir dan longsor bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Plt Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian.






Selain membantu penanganan pascabanjir dan longsor, peninjauan dilakukan guna mengambil langkah strategis jangka panjang agar ke depan bencana serupa bisa diminimalisir.




Gubernur Mahyeldi menyebutkan bahwa untuk pengendalian banjir jangka panjang, pemerintah akan membangun embung di Kota Padang.




"Kami sudah berbincang dengan Wali Kota Padang dan Sestama BNPB untuk pengendalian banjir jangka panjang direncanakan pembangunan embung. Terkait lokasinya akan ditentukan oleh Pemko Padang," ujar Mahyeldi.

Sementara itu, Plt Sestama BNPB Rustian mengatakan, sesuai tugas dan kewenangan BNPB memang selalu siap sedia membantu seluruh daerah di Indonesia yang dilanda bencana.

"Saya harap masyarakat selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi basah di saat musim hujan berlangsung," katanya.

Dia menambahkan, tujuan kunjungannya kali ini juga untuk memastikan penetapan status tanggap darurat bencana di tujuh daerah terdampak banjir dan longsor di Sumbar.

Kemudian memastikan proses evakuasi warga, pencarian korban yang hilang dan penanganan pasca bencana berjalan baik dan sesuai aturan.

"Alhamdulillah, sekarang cuaca kembali membaik. Kini tinggal penanganan lebih lanjut yang mesti dilakukan seperti rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan yang terdampak bencana banjir dan longsor tersebut," tambahnya.

Selanjutnya Rustian menyebutkan, BNPB dalam kesempatan ini juga akan memberikan bantuan dana operasional Rp250 juta bagi Kota Padang dan daerah lainnya di Sumbar.

Di samping itu, BNPB memberikan penguatan seperti bantuan perahu karet, makanan, peralatan tidur serta tenda pengungsian dan berbagai bantuan logistik lainnya.(*)

Editor : Admin Padek
#Pengendalian Banjir Padang #Banjir Longsor Padang #Rustian #hendri septa #Embung Banjir Kota Padang #Dampak Banjir Longsor Padang #Mahyeldi