Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Forsepsi Kota Padang Dikukuhkan, Ajak Ketua RT/RW Membentuk Bank Sampah

Hendra Efison • Selasa, 5 Maret 2024 | 10:51 WIB
Pengukuhan Pengurus Forsepsi (Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia) Kota Padang.
Pengukuhan Pengurus Forsepsi (Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia) Kota Padang.

PADANG, PADEK—PT Pegadaian bersama Bank Sampah Induk (BSI) Panca Daya membina 70 Bank Sampah Unit (BSU) Panca Daya di Kota Padang. Agar pembinaan terarah dan berkelanjutan, dibutuhkan komunikasi intens BSU dengan BSI dan Pegadaian melalui sebuah forum. Senin 4 Maret 2024, dilakukan pengukuhan Pengurus Forsepsi (Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia) Kota Padang.

“Forsepsi sudah berbadan hukum. Dibentuk sejak dua tahun lalu. Dilatari banyaknya para Pengurus BSU-BSU Panca Daya yang kehilangan arah karena tidak ada perhimpunannya. Makanya, dibentuk Forsepsi di tingkat pusat, dan diharapkan segera semua BSU membentuk Forsepsi Kabupaten/Kota masing-masing. Jadi BSU-BSU yang tergabung dalam Forsepsi dapat saling bertukar pikiran untuk membuat program-program yang lebih terarah,” ujar Kadept Komunikasi & Literasi TJSL PT Pegadaian, Mira Andriati Surya, kepada wartawan,  Senin (4/3/2024).

Forsepsi dapat dikembangkan sebagai organisasi bagi para penggiat lingkungan, komunitas peduli lingkungan, jadi tidak hanya diisi oleh para pengelola bank sampah Pancadaya. Di tingkat pusat, Forsepsi ini diketuai oleh Mina Dewi Sukmawati, yang juga Direktur Bank Sampah Induk (BSI) Pancadaya.

Mira menyebut, pengurus BSU harus konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat untuk memilah sampah yang bernilai ekonomis. Itu yang pertama harus dilakukan pengurus BSU. Sehingga terbentuk pula ‘anak asuh’ BSU. Kemudian, BSU membuat program daur ulang sampah, dijadikan kerajinan tangan (handycraft).

Pegadaian akan memberikan bantuan berupa pelatihan. Dan selanjutnya secara bertahap juga membantu peralatan handycrafts. “Jika jelas dan terarah program BSU, dan kita lihat pergerakannya dalam waktu tertentu, komitmennya, maka Pegadaian sebagai Pembina dapat men-support program tersebut secara penuh,” ungkapnya.

Mira berharap tahun 2024 ini kembali muncul bank sampah baru di kelurahan lainnya di Kota Padang. Bank Sampah itu dapat dikelola oleh warga di RT atau RW. Paling tidak ada 1 BSU di Kelurahan.

“Pengurus Forsepsi Kota Padang bisa dimintai bantuan untuk edukasi tentang apa itu bank sampah, dan bagaimana cara kerjanya. Dan apa saja kegiatan dan program yang dibuat,” ungkapnya.

Di sisi lain, Mira mengapresiasi instruksi Wako Padang Nomor 600.4/1073/DLH-PDG/2023 yang dikeluarkan Sekdako Padang pada September lalu. Instruksi itu meminta Lurah dan Camat mengkoordinir pembentukan bank sampah di setiap RW paling lambat bulan Oktober dan melaporkannya kepada DLH.

"Nah setiap ASN juga wajib menjadi anggota Bank Sampah yang dibuktikan dengan kepemilikan buku tabungan bank sampah. Langkah kebijakan itu sangat menggembirakan kami sebagai pembina Bank Sampah Panca Daya di Kota Padang," ujarnya.   

Sementara itu, Ketua Forsepsi Padang, Refwildon mengatakan bahwa, seperti diketahui Bank Sampah hanya menerima sampah terpilah. Memilah sampah rumah tangga itu dimulai dengan memisahkan sampah plastik dari sampah organik.

“Sampah plastik semisal bekas wadah minyak goreng lalu dibersihkan dengan air untuk membuang sisa minyaknya. Kalau botol plastik, maka dibuang dulu bungkus mereknya dan tutup botolnya juga dipisahkan. Baru ditimbang dan dibukukan di Buku Tabungan Bank Sampah,”jelas Refwildon yang juga Direktur Bank Sampah Sejahtera Bersama (BSSB) Kelurahan Indarung, Lubukkilangan.

Dia mengatakan, untuk sementara ini kantor/sekretariat Forsepsi Padang masih bergabung dengan Sekretariat BSI Panca Daya yang berada di belakang Kantor Camat Kuranji.

“Jadi kita ingin Meng-emaskan Sampah Untuk Indonesia melalui Gerakan Bersama Edukasi Masyarakat tersebut semakin massif. Ketua RT dan Ketua RW seyogyanya dapat menggerakkan beberapa warganya untuk berkomitmen mendirikan dan mengelola Bank  Sampah,” tutup Refwildon. (hsn)

Editor : Hendra Efison
#bank sampah #pt pegadaian #Forsepsi Kota Padang