Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Melirik Kinerja PT BPR Tri Capital Investama Sumbar: Bangkit dari Rugi, Kini Catatkan Laba

Hendra Efison • Rabu, 27 Maret 2024 | 09:00 WIB
Dirut PT BPR Tri Capital Investama Sumbar, Syamsuardi.
Dirut PT BPR Tri Capital Investama Sumbar, Syamsuardi.

Rename (perubahan nama) dan kerja keras yang dilakukan manajemen PT BPR Tri Capital Investama Sumbar di tahun 2023 membuahkan hasil manis. Total Asset tercapai sebanyak Rp 44,6 Miliar, realisasi Kredit sebesar Rp 34,1 Miliar, Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp 35,3 Miliar dan Laba Bersih Usaha sebanyak Rp 349 Juta.

Laporan—Two Efly, Padang

Proses tak akan mengkhianati hasil, kerja keras tentulah membuahkan hasil yang bagus. Ini bisa dibuktikan oleh PT BPR Tri Capital Investama Sumbar di tahun 2023. Total Asset bertambah, Dana Pihak Ketiga meningkat dan yang paling penting adalah laba bersih usaha berhasil dibukukan. Jika tahun 2022 masih berstatus dalam kurang dalam jumlah besar, tahun 2023 bisa berbalik arah menjadi berlaba hingga ratusan juta.

"Alhamdulillah berkat kerja keras semua team work akhirnya kita di PT BPR Tri Capital Investama Sumbar (BPR JKT-PRM) bisa mencatatkan kinerja positif. Total Asset tercatat Rp 44,6 Miliar, realisasi Kredit sebanyak Rp 34,1 Miliar, Dana Pihak Ketiga sebesar Rp 35,3 Miliar. Sementara itu untuk kinerja laba terjadi lonjakan yang sangat  besar. Dari rugi sebesar Rp 6,9 Miliar ditahun 2022 berbalik arah menjadi berlaba sebesar Rp 349 juta ditahun 2023. Seluruh indikator usaha ini bertumbuh secara year year," Syamsuardi kepada Padang Ekspres, Selasa (26/3/2024).

Menurut Syamsuardi, membaik dan berhasil pulihnya kinerja PT BPR Tri Capital Investama Sumbar tak terlepas dari kerja keras dan strategi yang tepat dalam menjalankan operasional. Seluruh indikator usaha berhasil bangkit dan pulih. Bahkan laba yang sebelumnya dalam kurun dengan jumlah besar kini mampu keluar dan dibukukan. Semua indikator usaha ini bertumbuh secara year on year.

Asset dan Dana

Dari audit yang dilakukan akhir tahun 2023 tercatat total Asset sebanyak Rp 44,6 Miliar. Realisasi Asset ini bertumbuh sebesar 4,37 persen secara year on year.

Membaiknya kinerja asset lebih dikontribusi oleh treasury. Hingga akhir tahun 2023 tercatat total Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp 35,3 Miliar. Realisasi Dana Pihak Ketiga ini bertumbuh sebesar 10,37 persen secara year on year.

Dari dua produk penghimpun dana, keduanya sama sama bertumbuh. Dana tabungan selama tahun 2023 tercatat sebanyak Rp 17,5 Miliar. Realisasi dana tabungan ini bertumbuh sebesar 14,95 persen secara year on year (y-o-y). Begitu juga dengan dana Deposito. Sampai akhir tahun 2023 tercatat sebanyak Rp 17,7 Miliar. Realisasi Depisito ini juga bertumbuh 6,21 persen secara y-o-y.

Berbeda dengan dana, beban bunga atas dana justru tumbuh sebaliknya. Beban bunga kontraktual selama tahun 2023 tercatat Rp 1,6 Miliar. Beban bunga ini menurun sebesar  25,95 persen dibandingkan beban bunga kontraktual tahun 2022 yang lalu dengan nilai Rp 2,1 Miliar.

Kredit dan Pendapatan

Sementara itu kinerja Kredit masih fluktuatif. Per 31 Desember 2023 total realisasi Kredit sebanyak Rp 34,1 Miliar.

Walau kredit masih berfuktuatif namun pendapatan bunga justru mulai bertumbuh. Tahun 2023, Pendapatan bunga kontraktual tercatat sebanyak Rp 5,4 Miliar. Realisasi pendapatan bunga ini tumbuh 3,98 persen secara year on year. Sedangkan pendapatan lainnya tercapai Rp 511 juta. Realisasi pendapatan lainnya ini tumbuh 449,52 persen secara year on year.

"Total Pendapatan Operasional (PO) kita ditahun 2023 tercatat sebanyak Rp 5,9 Miliar atau tumbuh sebesar 11,75 persen secara year on year," ujar Syamsuardi.

NPL dan Laba

Walau kinerja kredit fluktuatif namun kualitasnya justru jauh lebih bagus dibandingkan tahun 2022 yang lalu. Per 31 Desember 2023 tercatat ratio Non Perfomance Loan (NPL) sebesar 3,77 persen. Capaian ratio NPL ini turun drastis dibanding tahun 2022.

"Asset yang bertambah, kualitas kredit yang membaik, Pendapatan Operasional yang meningkat inilah berdampak pada kinerja laba. Laba bersih berhasil ditingkatkan dari Merugi ditahun 2022 menjadi berlaba sebanyak Rp 349 Juta", ujar Syamsuardi.

Dari data Padang Ekspres tercatat bawa PT BPR Tri Capital Investama Sumbar merupakan BPR JKT PRM (Jorong Kampuang Tangah Pariaman) di masa lalu. BPR ini sempat mengalami kondisi sulit selama tiga tahun belakangan. Namun, setelah rename (perubahan nama) dan tekad yang kuat untuk bangkit maka tahun 2023 berhasil rebound dan membukukan laba.

"Atas nama manajemen kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Semoga di tahun 2024 inu BPR Tri Capital Investama Sumbar bisa jauh lebih bagus lagi," tukas Syamsurizal. (***)

Editor : Hendra Efison
#Dirut PT BPR Tri Capital Investama Sumbar Syamsuardi #Kinerja BPR #PT BPR Tri Capital Investama Sumbar