Salah satu pertanyaan tentang pengembangan pariwisata. Paslon Iqbal-Amasrul menekankan pentingnya branding dan marketing. Menurutnya kepala daerah harus menjadi leader marketing dalam hal memasarkan pariwisata.
"Tapi bagaimana harus membranding, jika sampah di Pantai Padang masih ada, banjir pun sering terjadi. Selain itu, yang tidak membuat nyaman wisatawan adalah pungli dan parkir liar di Kota Padang. Ini harus diubah untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi pengunjung ke Kota Padang," ujarnya.
Iqbal menekankan, harus ada jaminan produk-produk halal jika wisatawan dari Malaysia ingin berkunjung ke Kota Padang. "Orang Malaysia tidak ingin masuk toko jika ada logo halal," jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan Fadli Amran. Menurutnya, keamanan masih menjadi momok di Kota Padang.
"Memberikan rasa aman saja, Kota Padang belum bisa. Untuk meningkatkan wisatawan ke Kota Padang, tidak cukup bermodalkan marketing, melainkan harus menata sistem dengan menggandeng masyarakat dan stakeholder," jabarnya.
Hendri Septa dalam kesempatan tersebut dengan bangganya menjelaskan, pihaknya saat menjadi Wali Kota Padang telah meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Padang.
"Kami telah meningkatkan wisatawan ke Kota Padang. Lihat saja, acara Wali Kota se-Indonesia yang telah kita adakan. Rp25 Miliar perputaran rupiah selama lima hari mereka di Kota Padang. Selain itu, acara Rakernas, dan kegiatan dokter seluruh Indonesia yang berlangsung di Kota Padang," jabarnya.
Selain itu, Hendri Septa menjelaskan juga, telah berhasil merelokasi para pedagang jagung di atas jembatan Siti Nurbaya ke tempat yang lebih aman.
"Untuk menciptakan kenyamanan pengunjung, kita juga berhasil merelokasi pedagang jagung yang biasa berdagang di jembatan Siti Nurbaya ke tempat lain," tutupnya.
Menyikapi pernyataan Hendri Septa, Iqbal menekankan, acara Wali Kota se-Indonesia di Kota Padang tersebut telah lama diagendakan, dan jatahnya bergilir dengan kota-kota lainnya.
"Apeksi itu sudah diagendakan. Masak dijadikan prestasi, susah jika wali kota tidak mempunyai prestasi," sindir Iqbal.
Ketua KPU Padang, Dorri Putra menegaskan, debat pasangan calon kepala daerah, merupakan salah satu agenda penting dalam pelaksanaan pemilihan 2024.
"Debat ini materinya menyampaikan visi, misi dan program dari ketiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dalam rangka meyakinkan pemilih Pilkada 2024 di Kota Padang," ungkap Dori saat memberikan sambutan, Sabtu malam.
Debat putaran pertama ini, ungkap Dorri, menghadirkan 7 orang panelis dengan beragam latar belakang profesi.
Panelis Debat Pilwako Padang 2024:
Rahmat Tuanku Sulaiman (Dosen FEB Unitas)
Dr Hendra Naldi (Dosen FIS UNP)
Prof Nurus Shalihin (Dosen UIN Imam Bonjol)
Dr Joni Mahendra (Dosen FH Unitas Padang)
Dr Khairul Fahmi (Dosen Unand)
Krismadinata PhD (Rektor UNP)
Yofialdi Akt MM (Akuntan Profesional dan Pakar Managemen Strategic)
Debat publik pertama ini dibagi dalam 5 segmen. Pertama penyampaian visi, misi dan program. Dilanjutkan dua sesi pendalaman yang dipandu moderator. Setelah itu dua kali sesi untuk tanya jawab dan sanggahan antarpaslon, dan penutup.
Dalam debat ini, ketiga pasangan calon hadir lengkap beserta pimpinan partai pengusung serta tim kampanye daerah beserta para pendukung.
Nomor Urut tiga pasangan calon Wako Padang:
- Fadly Amran-Maigus Nasir
Partai pengusung: Partai Nasdem, Golkar, PKB, PDI-P, PPP dan Partai Ummat
- Muhammad Iqbal -Amasrul
Partai pengusung: PKS dan Partai Demokrat
- Hendri Septa-Hidayat
Partai pengusung: PAN dan Partai Gerindra
Secara pendidikan, para calon Wali Kota Padang ini sangat terpelajar. Ketiganya merupakan lulusan perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Fadli Amran, dan Hendri Septa merupakan lulusan perguruan tinggi di Amerika Serikat, dan Australia. Sedangkan Iqbal, lulusan program doktor UKM Malaysia.
Para wakilnya, Maigus Nasir dan Hidayat merupakan politisi yang sama-sama menjabat Anggota Dewan Tingkat Provinsi. Amasrul sendiri, merupakan Birokrat senior yang pernah menjabat Sekda Padang. (edg)
Editor : Hendra Efison