PADEK.JAWAPOS.COM—Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Padang, Mairizon mengatakan, tim adhoc yang terdiri dari gabungan BKPSDM dan Inspektorat Pemko Padang akan mulai bekerja pada minggu depan untuk menyelidiki dugaan tindak asusila yang melibatkan seorang oknum lurah di Kecamatan Padang Barat.
“Minggu depan akan dimulai pemeriksaan yang dilakukan oleh tim adhoc, yang terdiri dari tim gabungan BKPSDM dan Inspektorat Pemko Padang. Tim akan mulai bekerja untuk mencari fakta-fakta terkait kasus ini,” kata Mairizon, Senin (30/12).
Mairizon mengungkapkan, tim adhoc tersebut nantinya akan melakukan pemeriksaan terhadap oknum lurah, perangkat kelurahan, serta pegawai wanita yang terekam dalam video pendek bersama lurah tersebut.
Penyelidikan bertujuan untuk mencari kebenaran di balik dugaan video asusila yang saat ini menjadi perbincangan hangat di masyarakat.
Sebelumnya, video singkat yang menarasikan tindakan asusila oleh oknum lurah di Kecamatan Padang Barat beredar luas di media sosial. Video yang terbagi dalam lima bagian tersebut menunjukkan kondisi kantor lurah yang sepi.
Dalam rekaman, terduga lurah dan seorang pegawai kelurahan terlihat melakukan interaksi beberapa saat, yang dinarasikan sebagai tindakan berbau asusila.
Kepala Inspektorat Kota Padang, Arfian mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan awal terkait video viral tersebut. Menurutnya, camat sebagai atasan langsung telah memeriksa oknum lurah dan membuat laporan kepada Penjabat (Pj) Wali Kota melalui BKPSDM untuk ditindaklanjuti.
“Yang bersangkutan telah diperiksa oleh camat sebagai atasan langsungnya dan laporan tersebut sudah diteruskan kepada Pj Wali Kota melalui BKPSDM untuk ditindaklanjuti,” ujar Arfian, Jumat (13/12) lalu.
Ia juga menambahkan, tim adhoc akan segera bekerja dalam minggu depan untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kasus tersebut.
“Tim adhoc yang melibatkan BKPSDM dari sisi kepegawaian dan Inspektorat dari sisi pengawasan akan memulai pemeriksaan mendalam dalam waktu dekat,” tambahnya.
Arfian menegaskan bahwa jika bukti dalam video tersebut terbukti benar, oknum lurah yang bersangkutan berpotensi mendapatkan sanksi sesuai ketentuan dan hukum yang berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Kami akan melihat sejauh mana bukti video tersebut. Jika memang benar terjadi, tentu akan ada hukuman disiplin bagi lurah yang bersangkutan. Bahkan, hukuman berat bisa saja diterapkan,” jelas Arfian.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan kebenaran fakta sebelum memberikan sanksi, dengan mengutamakan hasil pemeriksaan mendalam oleh tim adhoc.
“Pemko Padang akan melakukan proses pemeriksaan secara mendalam terlebih dahulu sebelum memberikan keputusan terkait dugaan tindakan asusila ini,” tegasnya. (yud)
Editor : Adetio Purtama