Penghargaan ini tertuang dalam Surat Keputusan Kepolisian Daerah Sumatera Barat Nomor/Kep/159/II/2025 tentang Pemberian Penghargaan Kapolda Sumatera Barat. Wanda Leksmana mengungkapkan rasa syukurnya atas apresiasi yang diberikan.
"Alhamdulillah, saya mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Kapolda Sumatera Barat atas penghargaan ini. Program ini merupakan bagian dari upaya pembinaan karakter anak yang telah saya inisiasi sejak 2023 dan istiqomah dilaksanakan hingga 2025 di Masjid Darul Huda," ujar Wanda Leksmana pada Jumat (14/3/2025).
GSSB 40 Hari Penuh: Upaya Perlindungan Anak Berbasis Masjid
Gerakan ini bertujuan untuk mengaktifkan peran remaja masjid, pelajar, orangtua, dan jamaah dalam menciptakan masjid sebagai tempat beribadah, belajar, dan bermain bagi anak-anak. Dengan pendekatan berbasis rumah ibadah, program ini mendukung program nasional Kota Layak Anak.
Menurut Wanda, masih banyak masjid yang belum memahami konsep Masjid Ramah Anak. Akibatnya, anak-anak kerap dimarahi atau bahkan mengalami tindakan kekerasan di dalam masjid.
"Saya sering diundang sebagai pembicara terkait perlindungan anak di Sumatera Barat. Salah satu fokus utama adalah advokasi masjid ramah anak. Sayangnya, masih ada masjid yang menganggap anak-anak sebagai pengganggu kekhusyukan ibadah," jelasnya.
GSSB 40 Hari Penuh pertama kali dilaksanakan di Masjid Darul Huda pada 2023 dan terus berlanjut hingga tahun ini. Untuk tahun 2025, gerakan ini berlangsung dari 19 Januari hingga 28 Februari dengan partisipasi 105 pelajar.
"Alhamdulillah, gerakan ini mendapat respons positif dan menjadi inspirasi bagi banyak masjid. Dari 105 peserta tahun ini, 61 anak berhasil salat subuh tanpa putus selama 40 hari, sementara 13 anak hanya absen satu hari," tambahnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Wanda memastikan anak-anak yang berhasil menyelesaikan tantangan ini menerima tabungan pendidikan. "Berkat bantuan donatur, anak yang menyelesaikan 40 hari penuh mendapat tabanas Rp300 ribu, sedangkan yang absen satu hari mendapat Rp100 ribu," jelasnya.
Selain peran remaja masjid yang mendampingi peserta dalam mencatat kehadiran dan memberikan motivasi, para orangtua juga aktif mendukung anak-anak mereka dalam gerakan ini.
Kapolda Sumbar: Masjid Darul Huda Contoh Masjid Ramah Anak
Kapolda Sumbar, Irjen Pol Dr. Gatot Tri Suryanta, mengaku terkesan dengan GSSB 40 Hari Penuh di Masjid Darul Huda. Menurutnya, gerakan ini unik karena berhasil menggerakkan anak-anak untuk rutin salat subuh berjamaah di masjid.
"Kami dari kepolisian juga menggalakkan Gerakan Subuh Berjamaah di berbagai masjid. Namun, dari puluhan masjid yang kami kunjungi, hanya Masjid Darul Huda yang dipenuhi anak-anak didampingi orangtuanya. Ternyata, ini hasil dari gerakan luar biasa yang mereka jalankan," ungkapnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Kapolda Sumbar juga mengundang 74 peserta GSSB ke Mako Polda Sumbar. Mereka diajak berbuka puasa bersama, menerima tambahan tabungan pendidikan Rp100 ribu, serta mendapatkan perlengkapan sekolah bertuliskan "Sahabat Kapolda Sumbar".
"Mereka adalah anak-anak berprestasi, sahabat saya, dan contoh bagi generasi muda lainnya agar tidak terjerumus dalam tawuran, balap liar, dan narkoba," tutup Kapolda Sumbar.(*)
Editor : Hendra Efison