Kebakaran yang terjadi di area padat penduduk tersebut mengakibatkan satu orang mengalami luka-luka dan kerugian material ditaksir mencapai Rp100 juta.
Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan pada pukul 19.42 WIB. Tim pemadam kebakaran bergerak cepat dengan mengerahkan tiga unit armada dan 50 personel.
"Operasi pemadaman dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat, yakni pada pukul 20.00 WIB," kata Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi.
Saksi kejadian, Widdy Patria Pratama (34), menuturkan bahwa api berasal dari tumpukan bensin dan thinner cat. Begitu menyadari situasi tersebut, ia segera melaporkan kejadian ke Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang.
"Kebakaran tersebut menghanguskan satu unit rumah dengan luas area terbakar sekitar 8x20 meter persegi. Pemilik rumah diidentifikasi sebagai Muhammad Syafridho (27), seorang mahasiswa yang juga menjadi korban luka dalam peristiwa nahas tersebut," jelasnya.
Meski bangunan yang terbakar hanya satu unit, namun kondisi permukiman yang padat dengan akses jalan sempit menyebabkan setidaknya enam bangunan lain berisiko terdampak jika api tidak segera dipadamkan.
"Area yang berpotensi terdampak diperkirakan mencapai 50x50 meter persegi dengan nilai aset terselamatkan ditaksir sekitar Rp1 miliar," sebut Rinaldi.
Kerugian material akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp100 juta. Sementara itu, Muhammad Syafridho yang mengalami luka-luka telah mendapatkan pertolongan medis.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum dapat memastikan penyebab pasti dari kebakaran tersebut. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap asal mula api yang menghanguskan rumah tersebut. (*)
Editor : Hendra Efison