Proses penyembelihan dilakukan oleh juru sembelih halal (Juleha), Fajri Illahi, di hadapan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir.
Sapi jenis Limosin seberat 820 kilogram tersebut ditaklukkan dengan cepat oleh Fajri menggunakan pisau khusus. Menurut Fajri, sapi besar cenderung lebih jinak dibandingkan jenis lainnya.
“Sapi ukuran besar biasanya jinak, berbeda dengan sapi jenis Brahman Cross, yang berkulit putih dan suka mengamuk,” jelas Fajri kepada wartawan usai prosesi penyembelihan.
Fajri merupakan Juleha berpengalaman yang sehari-hari bertugas di Rumah Potong Hewan (RPH) Aie Pacah, Padang.
Ia mengungkapkan bahwa sapi jantan umumnya memiliki kulit tebal di bagian leher, yang menjadi tantangan tersendiri saat proses penyembelihan.
“Sapi jantan pada umumnya kulitnya tebal pada bagian leher, ini yang harus ditaklukkan,” terangnya.
Sebelum disembelih, sapi milik Presiden diikat dengan tali panjang di bagian perut dan kaki oleh panitia kurban untuk memastikan keamanan dan kelancaran proses. “Alhamdulillah sapinya jinak,” ujar Fajri bersyukur.
Daging sapi kurban Presiden Prabowo kemudian dibagikan kepada 500 kepala keluarga di Kampung Baru, Timpunik, Bungus Timur.
Daging segar tersebut langsung dinikmati oleh warga sekitar dalam perayaan Idul Adha 1446 Hijriah.(*)
Editor : Hendra Efison