Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Destinasi Wisata Batu Malin Kundang Ditata Ulang, Pedagang Tetap Diberi Ruang Usaha

Eri Mardinal • Sabtu, 28 Juni 2025 | 11:00 WIB

 

Wako Padang Fadly Amran menggelar dialog terbuka bersama para pemangku kepentingan di Masjid Fatahillah kawasan Pantai Airmanis, Kamis (26/6) malam.
Wako Padang Fadly Amran menggelar dialog terbuka bersama para pemangku kepentingan di Masjid Fatahillah kawasan Pantai Airmanis, Kamis (26/6) malam.
PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah Kota Padang akan melakukan revitalisasi dan penataan kawasan wisata Batu Malin Kundang, Pantai Airmanis untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung dan memperindah citra destinasi unggulan kota tersebut.

Penataan tersebut mulai dari penertiban pedagang di trotoar, area Batu Malin Kundang hingga penyediaan fasilitas pendukung.

Hal itu terungkap dalam pertemuan Wali Kota Padang Fadly Amran bersama masyarakat, tokoh masyarakat, pelaku wisata, pedagang, pemuda dan pemangku kepentingan lainnya di Masjid Fatahillah, Kamis (26/6) malam.

”Kawasan ini akan kami tata mulai dari dasar. Kami akan sediakan toilet umum, sistem pembayaran nontunai, seragam pedagang, dan perbaikan lingkungan di sekitar Batu Malin Kundang,” kata Fadly.

Ia menjelaskan, revitalisasi dan penataan kawasan wisata Batu Malin Kundang merupakan bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Rancak.

”Salah satu fokus Progul Padang Rancak adalah revitalisasi Pasar Raya Padang, pasar-pasar satelit, serta kawasan pinggir pantai dari Bungus hingga Kototangah. Batu Malin Kundang menjadi bagian penting dari citra Kota Padang, sehingga penataan kawasan ini menjadi prioritas,” ungkapnya.

Langkah awal penataan dimulai dari penertiban pedagang yang berjualan di sepanjang trotoar kawasan Batu Malin Kundang. Tenda-tenda yang menghalangi pemandangan akan direlokasi ke tempat yang lebih pas, tanpa menghilangkan hak warga untuk berjualan.

”Kami hadir untuk mensejahterakan masyarakat. Jika kawasan ini tertata dengan baik, maka pengunjung nyaman, pedagang pun sejahtera. Komitmen kami tidak berubah, membangun Padang dengan kolaborasi dan sinergi,” tegas Fadly Amran.

”Kita tidak melarang orang cari nafkah. Tapi kita tata supaya semuanya lebih baik. Nanti akan dibuatkan tenda khusus, yang nyaman dan tertib. Wisatawan bisa menikmati pemandangan, dan pedagang tetap bisa mencari rezeki,” terangnya.

Pemerintah juga akan menyediakan fasilitas pendukung seperti toilet umum, penyeragaman atribut pedagang (kokarde), metode pembayaran non-tunai (cashless), serta perbaikan area sekitar Batu Malin Kundang.

Ia juga mengungkapkan salah satu isu penting yang tak boleh dikesampingkan adalah memastikan tidak ada lagi praktik pungli yang selama ini kerap mencoreng citra pariwisata lokal.

Untuk itu, ia meminta agar seluruh pelaku wisata memiliki identitas resmi baik itu fotografer, petugas parkir, petugas kebersihan, hingga pelaku UMKM.

”Kita akan buat kokarde atau seragam, supaya wisatawan tahu siapa yang benar-benar bertugas. Ini akan mencegah pungli dan membuat suasana lebih aman,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-356 tahun, akan digelar sejumlah agenda besar yang akan melibatkan tamu-tamu penting dari dalam dan luar negeri.

Di antaranya kunjungan Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci, tamu dari negara-negara Asia Tenggara, Gowes Siti Nurbaya, serta pertemuan Indonesia Creative City Network (ICCN).

”Tamu-tamu tersebut akan kami ajak mengunjungi Batu Malin Kundang. Maka dari itu, kami sangat berharap dukungan dan komitmen bersama dari seluruh Bapak Ibu untuk memperindah kawasan wisata Batu Malin Kundang ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Airmanis Allazi menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif Pemerintah Kota Padang.

”Kami dari masyarakat dan kaum Suku Jambak sangat mendukung program Pak Wali. Demi kesejahteraan bersama, kami siap ditertibkan, asalkan tetap diberi tempat yang layak, dan rapi untuk berjualan, dan posisinya tidak jauh dari Batu Malin Kundang,” ujar Allazi. (eri)

Editor : Adetio Purtama
#pedagang #Ditata Ulang #usaha #destinasi wisata #batu malin kundang