Langkah antisipatif ini disampaikan langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, Selasa (22/7) kepada Padang Ekspres.
Hendri menyebutkan, beberapa wilayah di Kota Padang tergolong rawan terdampak kekeringan, terutama di daerah perbukitan dan dataran tinggi yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan perpipaan PDAM Kota Padang.
Beberapa titik yang disebutkan di antaranya Kelurahan Bukit Gado-Gado, Kecamatan Lubukbegalung, khususnya di area Bukit Nobita, dan sebagian kawasan di Pegambiran.
“Puncak kemarau biasanya terjadi pada Agustus. Kami siap siaga jika ada laporan dari warga atau lurah terkait kesulitan air bersih. Tim kami sudah siap turun ke lapangan dengan mobil tangki air untuk memberikan bantuan,” ujar Hendri.
Meski demikian, hingga saat ini BPBD belum menerima laporan resmi dari warga terkait kelangkaan air bersih. Hendri memperkirakan kondisi tersebut terjadi karena dalam beberapa hari terakhir masih terjadi hujan, sehingga kebutuhan air masyarakat masih tercukupi.
“Biasanya daerah-daerah ini belum sepenuhnya terjangkau jaringan pipa PDAM. Tapi karena beberapa hari lalu masih sempat turun hujan, mungkin itu sebabnya belum ada laporan masuk. Namun kami tetap siaga penuh,” jelasnya.
Jika laporan kekeringan mulai diterima, BPBD akan segera mengirimkan air bersih menggunakan mobil tangki ke lokasi terdampak. Jumlah pengiriman air bisa mencapai dua hingga tiga kali per titik, tergantung kebutuhan warga di lapangan.
“Bantuan ini kami berikan langsung, dan selain air bersih, kami juga siap memberikan bantuan lainnya pascakejadian bencana, seperti kebakaran,” tutur Hendri.
Selain mengantisipasi kelangkaan air bersih, BPBD Kota Padang juga mempersiapkan bantuan dalam situasi darurat lainnya yang umum terjadi saat musim kemarau, seperti kebakaran permukiman.
Bantuan tersebut berupa tenda darurat, matras tidur, dan family kit yang berisi perlengkapan mandi, kebersihan diri, serta kebutuhan dasar lainnya.
“Setelah kebakaran, biasanya kami masuk melalui program Padang Sigap. Warga yang kehilangan tempat tinggal atau terdampak bencana akan mendapat bantuan darurat seperti tenda, alas tidur, dan perlengkapan MCK,” ungkapnya.
Hendri pun mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila mulai merasakan kesulitan dalam mendapatkan air bersih atau menghadapi situasi darurat lainnya selama musim kemarau berlangsung.
“Silakan melapor ke kami melalui lurah, camat, atau langsung ke call center BPBD Padang. Kami siap membantu warga yang memang benar-benar membutuhkan,” tutupnya. (cr1)
Editor : Adetio Purtama