Gedung ini diproyeksikan menjadi fasilitas literasi modern dan inklusif bagi masyarakat, dan ditargetkan mulai difungsikan pada November 2025.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Feri Mulyani Hamid, menyampaikan bahwa progres pembangunan saat ini telah mencapai hampir 90 persen.
“Setelah ini dilakukan finishing dan pembuatan studio kedap suara di lantai dua,” ujarnya, Sabtu (2/8/2025).
Pembangunan gedung perpustakaan ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun 2024 senilai Rp10 miliar yang dikucurkan pemerintah pusat kepada Pemerintah Kota Padang.
Proyek konstruksi dikerjakan oleh CV Galvib, sedangkan pengawasan dilaksanakan oleh CV Restu Graha Karya Cipta.
Gedung Ramah Anak dan Difabel
Gedung dua lantai ini dibangun di atas lahan seluas 2.000 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 1.700 meter persegi.
Fasilitasnya dirancang inklusif dan ramah untuk semua kalangan, termasuk anak-anak dan penyandang disabilitas.
“Gedung ini akan memiliki ruang anak, ruang difabel, dan studio di lantai dua yang bisa digunakan untuk kegiatan seperti bedah buku atau kegiatan literasi lainnya,” jelas Feri Mulyani.
Pekerjaan fisik ditargetkan tuntas pada 29 Agustus 2025. Setelah itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan akan mulai memasukkan mobiler dan merampungkan tahap akhir operasional.
“Kami rencanakan mulai menempati gedung ini pada November mendatang,” tambahnya.
Selama ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang menempati gedung perpustakaan di kawasan GOR H. Agus Salim yang dinilai tidak representatif karena menggunakan fasilitas milik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Upaya pembangunan gedung baru telah dimulai sejak tahun 2023 dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED).
Pada tahun 2024, Pemko Padang mengajukan usulan ke Perpustakaan Nasional RI hingga akhirnya mendapatkan alokasi DAK fisik untuk pembangunan gedung baru ini.
Dengan keberadaan gedung perpustakaan yang baru, Pemerintah Kota Padang berharap dapat memberikan layanan literasi yang lebih baik, nyaman, dan inklusif bagi seluruh warga.(*)
Editor : Hendra Efison