Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

H Arisal Aziz Hadiahi Umrah 11 Peserta dan Juri Cerdas Qur’an Sumbar 2025

Hendra Efison • Jumat, 12 September 2025 | 20:34 WIB

Anggota Komisi XIII DPR RI, H. Arisal Aziz.
Anggota Komisi XIII DPR RI, H. Arisal Aziz.
PADEK.JAWAPOS.COM –Anggota Komisi XIII DPR RI, H. Arisal Aziz, memberikan apresiasi luar biasa kepada para pemenang ajang Cerdas Qur’an Sumbar 2025 yang digelar Padang TV.

Tak tanggung-tanggung, Ketua DPW PAN Sumbar ini menghadiahkan perjalanan umrah bagi 11 orang sekaligus.

Hadiah tersebut diberikan kepada enam orang pemenang, tiga juri, satu guru, serta satu hafiz Al Qur’an 30 juz. Keputusan itu disampaikannya usai menyaksikan penampilan peserta, Jumat (12/9/2025).

“Jujur, saya sangat tersentuh dan bangga mendengar lantunan ayat Al Qur’an yang anak-anak kita bacakan. Jadi, spontan saja terfikir oleh saya untuk mengumrahkan pemenang, guru, dan juri,” ujar H. Arisal Aziz kepada media di Padang.

Ia menambahkan bahwa hadiah tersebut adalah bentuk rasa syukur sekaligus kebanggaannya terhadap generasi qur’ani di Sumatera Barat.

“Alhamdulillah. Ini adalah wujud syukur dan bangga saya terhadap generasi qur’ani di Sumatera Barat. Semoga hadiah umrah ini bisa menjadi kebahagiaan besar bagi anak-anak, guru, dan para juri,” katanya.

Menurut Arisal, para pengajar dan pembelajar Al Qur’an memiliki kedudukan mulia yang patut dihormati.

“Saya hormat dan sangat menghormati para guru dan anak-anak pembelajar serta penghafal Al Qur’an. Terima kasih dari saya, guru dan murid adalah cahaya bagi ranah Minang. Semoga kampung halaman kita selalu dijaga oleh Allah,” ucapnya.

Arisal menegaskan pentingnya menjadikan Al Qur’an sebagai benteng kehidupan generasi muda.

“Belajar Al Qur’an adalah benteng hidup dunia dan akhirat serta benteng masa depan nagari. Ilmu Al Qur’an adalah senjata ampuh untuk melindungi generasi bangsa dari berbagai bentuk kenakalan remaja,” jelasnya.

Ia juga menyinggung fenomena degradasi moral yang menjadi kekhawatiran bersama.

“Kita dikhawatirkan dengan ancaman degradasi moral, ilmu Al Qur’an lah bentengnya. Lisan yang selalu terjaga Qur’an tidak akan mungkin ‘bacaruik’. Fenomena kata-kata kotor adalah indikasi lisan jarang membaca Qur’an. Sekali lagi hormat saya untuk guru dan siswa pembelajar Qur’an,” tutupnya.(*)

Editor : Hendra Efison
#Cerdas Quran Sumbar 2025 #H Arisal Aziz #Hadiah Umrah 11 Peserta dan Juri