Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Distan Padang Dapat Bantuan Rp4,3 Miliar untuk Perbaikan Irigasi Demi Ketahanan Pangan

Silvina Fadhilah • Kamis, 16 Oktober 2025 | 11:33 WIB
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani. (DOK PRIBADI)
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani. (DOK PRIBADI)

PADEK.JAWAPOS.COM--Menjelang peringatan Hari Pangan Dunia 2025 yang jatuh pada 16 Oktober, Pemerintah Kota Padang menegaskan keseriusannya dalam menjaga ketahanan dan kemandirian pangan daerah.

Meskipun menghadapi tantangan besar berupa penyusutan lahan pertanian akibat alih fungsi lahan, sektor pertanian tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan kota.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Padang, Yoice Yuliani, menyebut bahwa saat ini luas lahan pertanian produktif di Kota Padang tersisa sekitar 14.358 hektare. Meski relatif kecil dibandingkan daerah sentra pertanian lain di Sumatera Barat, lahan tersebut harus terus dijaga agar tetap produktif dan berkelanjutan.

“Dalam momentum Hari Pangan Dunia ini, kita ingin menegaskan bahwa swasembada pangan bukan hanya bicara soal produksi beras, tetapi juga bagaimana menjaga tanah pertanian tetap produktif. Lahan yang ada sekarang harus kita support dan lindungi,” tegas Yoice, Selasa (14/10).

Salah satu tantangan utama yang dihadapi petani di Kota Padang adalah kerusakan jaringan irigasi tersier di sejumlah kecamatan. Kondisi saluran yang bocor dan retak menyebabkan pasokan air ke sawah tidak optimal, yang dikhawatirkan akan mengganggu masa tanam dan menurunkan hasil produksi.

Namun, kabar baik datang dari hasil koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) V Sumatera dan Kementerian PUPR, di mana Kota Padang menerima 10 paket bantuan perbaikan irigasi tersier dengan total nilai Rp 4,3 miliar. Program ini akan dilaksanakan di beberapa kecamatan sesuai tingkat kerusakan saluran air.

“Alhamdulillah kita mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Ada 10 paket perbaikan irigasi tersier yang segera dikerjakan. Bantuan ini sangat membantu karena tanpa air yang cukup, tidak mungkin kita bicara ketahanan pangan,” ujar Yoice.

Selain fokus pada infrastruktur air, Dinas Pertanian juga menggerakkan program pemberdayaan petani melalui bantuan permodalan dan sarana produksi.

Dukungan tersebut di antaranya berasal dari dana pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Kota Padang, yang disalurkan dalam bentuk bantuan ternak ayam dan sapi, instalasi hidroponik, serta pembangunan rumah bibit.

“Bantuan ini tidak hanya menyasar petani padi, tapi juga pelaku hortikultura seperti petani cabai di Kuranji Timur. Jadi ketahanan pangan kita bukan hanya soal beras, tapi juga ketersediaan cabai, sayuran, dan komoditas lainnya,” jelasnya.

Lebih jauh, Yoice menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lahan pertanian yang tersisa.

Ia mengingatkan agar warga tidak tergesa-gesa menjual atau mengalihfungsikan lahan sawah menjadi area komersial tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap ketersediaan pangan.

“Kita semua ingin harga pangan stabil dan pasokan aman. Tapi kalau lahannya habis, dari mana lagi kita produksi? Oleh karena itu, semangat Hari Pangan Dunia ini harus menjadi pengingat bahwa tanah adalah sumber kehidupan,” tegasnya.

Dinas Pertanian Padang berkomitmen untuk terus memfasilitasi kelompok tani baik dari sisi irigasi, bibit, maupun pupuk bersubsidi. Menurut Yoice, sejauh ini kebutuhan beras masyarakat Padang masih mampu dipenuhi dari kombinasi produksi lokal dan suplai antar daerah.

“Target kita bukan hanya bertahan, tapi juga meningkatkan produktivitas. Dalam waktu dekat kami akan kembali berkoordinasi dengan BWS V untuk melanjutkan paket perbaikan berikutnya,” tutup Yoice.

Melalui berbagai langkah tersebut, ia berharap momentum Hari Pangan Dunia 2025 tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat penting bahwa kemandirian pangan adalah fondasi utama ketahanan daerah. (cr1)

Editor : Adetio Purtama
#bantuan #ketahanan pangan #irigasi #Distan Padang