Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

BLT Kesra Padang 2025: Rp300 Ribu per Bulan untuk 81 Ribu Keluarga Penerima Manfaat

Silvina Fadhilah • Kamis, 23 Oktober 2025 | 12:21 WIB

Ilustrasi Bantuan Langsung Tunai Kesra.
Ilustrasi Bantuan Langsung Tunai Kesra.
PADEK.JAWAPOS.COMKabar gembira bagi masyarakat Kota Padang, terutama bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pemerintah pusat kembali menggulirkan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan (BLT Kesra) untuk periode Oktober hingga Desember 2025.

Bantuan ini merupakan bagian dari kebijakan nasional sebagai bentuk penebalan dan perluasan perlindungan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang terdampak situasi ekonomi nasional.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Padang, Heriza Syafani menjelaskan, sasaran utama bantuan ini adalah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Iya, ada kebijakan dari pemerintah pusat yang disebut sebagai penebalan dan perluasan BLT bagi penerima PKH yang berada di desil 1–4. Setiap bulan mereka akan menerima Rp 300 ribu selama tiga bulan, sejak Oktober hingga Desember,” ujar Heriza, Rabu (22/10).

Ia menyampaikan, pencairan tahap pertama diproyeksikan akan dimulai Oktober 2025. Namun, untuk memastikan data penerima benar-benar tepat sasaran, saat ini Dinsos Kota Padang masih melakukan proses verifikasi dan validasi data penerima bantuan di seluruh kelurahan.

Kepala Bidang Pemberdayaan Fakir Miskin (PFM) Dinsos Padang, Dasmiral, menambahkan bahwa jumlah penerima BLT Kesra di Kota Padang mencapai 81.669 KPM berdasarkan data yang diterima dari pemerintah pusat.

Menurut Dasmiral, program BLT Kesra ini bukan merupakan penambahan bantuan sembako ataupun perluasan Program Keluarga Harapan (PKH) reguler. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan respons cepat pemerintah pusat terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, terutama akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok yang kian menekan masyarakat berpenghasilan rendah.

“Program BLT Kesra itu memang mendadak dari pusat. Ini bukan tambahan dari uang sembako atau PKH, melainkan program khusus sebagai bentuk perlindungan sosial tambahan akibat kondisi ekonomi dan kenaikan harga BBM,” jelas Dasmiral.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyaluran bantuan akan dilakukan melalui dua mekanisme, yakni melalui Bank BRI dan PT Pos Indonesia. Meskipun pencairan tahap pertama dijadwalkan pada Oktober, Dasmiral menyebutkan bahwa penyaluran dapat berlangsung secara bertahap hingga bulan November, tergantung pada hasil verifikasi data di lapangan.

“Verifikasi data oleh kelurahan dan Dinsos Kota Padang ditargetkan selesai akhir Oktober. Jika tidak ada kendala teknis, sebagian besar KPM akan menerima bantuan pada awal November,” tambahnya.

Menurutnya, penyaluran BLT Kesra menjadi bagian dari strategi nasional dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi dan fluktuasi harga kebutuhan pokok. Program ini juga diharapkan mampu menekan potensi lonjakan harga barang menjelang akhir tahun.

Dengan nilai Rp 300 ribu per bulan selama tiga bulan, total bantuan yang diterima masyarakat mencapai Rp 900 ribu per KPM hingga akhir Desember 2025. Pemerintah berharap program ini dapat membantu menjaga stabilitas sosial dan meringankan beban ekonomi masyarakat menjelang musim liburan dan tahun baru.

“Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar mereka hingga akhir tahun 2025, sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil,” tutup Dasmiral. (cr1)

Editor : Adetio Purtama
#BLT Kesra #padang #keluarga penerima manfaat