Apel tersebut diikuti unsur TNI-Polri, Basarnas, BPBD, Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, serta ASN Pemerintah Kota Padang. Hadir Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta selaku inspektur upacara, bersama unsur Forkopimda Sumbar dan Kota Padang serta berbagai pemangku kepentingan kebencanaan.
Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa Sumatera Barat merupakan wilayah dengan potensi bencana tinggi, sehingga kesiapsiagaan seluruh unsur mutlak diperlukan.
Ia menggarisbawahi berbagai ancaman seperti gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, dan kebakaran yang harus diantisipasi melalui edukasi masyarakat, simulasi rutin, serta pembangunan infrastruktur mitigasi.
“Kita tak pernah tahu kapan bencana terjadi. Karena itu kesiapan personel, sarana prasarana, dan logistik harus optimal. Penanganan bencana tidak bergantung pada kekuatan individu, tetapi pada sinergi semua pihak sesuai tugas dan fungsinya,” tegas Kapolda Sumbar.
Sementara itu, Kepala BPBD Sumbar Era Sukma Munaf menyampaikan bahwa provinsi ini dikenal sebagai etalase bencana karena berada di pertemuan tiga lempeng tektonik dunia.
Ia mengapresiasi langkah pemerintah kabupaten dan kota, termasuk Kota Padang, yang terus memperkuat mitigasi bencana melalui edukasi, pemasangan rambu evakuasi, pembangunan shelter tsunami, dan latihan simulasi berkala.
“Upaya ini penting untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam,” jelas Era Sukma Munaf.
Usai apel, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan komitmen pemerintah kota meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi potensi gempa dan tsunami.
Menurutnya, pada Rabu (5/11/2025), Pemko Padang akan menggelar Tsunami Drill terbesar di Indonesia yang melibatkan sekitar 200 ribu warga di 55 kelurahan dan 8 kecamatan pesisir.
“Simulasi akan digelar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Saat sirene berbunyi, warga di zona merah tsunami diminta segera menuju titik Tempat Evakuasi Sementara (TES) yang telah ditetapkan,” ujar Maigus.
Ia menambahkan, warga diimbau melakukan evakuasi dengan berjalan cepat tanpa berlari atau menggunakan kendaraan.
“Kita tentu berharap Padang selalu terhindar dari bencana, namun latihan ini penting agar masyarakat tahu langkah yang harus diambil ketika kondisi darurat benar-benar terjadi,” pungkasnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto