Peristiwa tragis ini menghanguskan tiga petak bangunan semi permanen dan menelan dua korban jiwa, seorang ibu dan anaknya.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Rinaldi, membenarkan insiden tersebut.
Baca Juga: PSB Unand Apresiasi Simulasi Gempa dan Tsunami Pemko Padang, Sebut Kesiapsiagaan Warga Masih Rendah
Ia menyebut laporan pertama diterima pada pukul 15.40 WIB, dan tim Damkar langsung bergerak tiga menit kemudian.
“Unit kami tiba di lokasi pukul 15.52 WIB. Jarak dari posko sekitar dua kilometer, namun akses jalan sempit, keramaian warga, dan kepadatan lalu lintas menjadi tantangan dalam proses penanganan,” ujar Rinaldi.
Sebanyak lima unit mobil pemadam dengan total 65 personel gabungan dari Damkar, Polri, TNI, PMI, Dinas Kesehatan, Satpol PP, PLN, serta unsur kecamatan dan kelurahan dikerahkan untuk memadamkan api. Proses pemadaman dinyatakan selesai pada 16.45 WIB.
Baca Juga: Bug di Windows 11: Buka Banyak Task Manager Sekaligus Bisa Bikin Laptop Lemot
Menurut Rinaldi, tiga bangunan yang terbakar merupakan tempat usaha, yaitu milik Inen Irawati (40) sebagai tempat tambal ban dan jasa setrika, Oki (35) yang menjual asinan dan sambal, serta Hermansyah (47) yang membuka jasa jahit pakaian. Selain bangunan, tiga unit sepeda motor juga ikut terbakar.
“Total luas area yang terbakar mencapai 14 x 5 meter persegi dengan estimasi kerugian mencapai Rp600 juta,” jelasnya.
Sementara itu, aset di sekitar lokasi senilai sekitar Rp1 miliar berhasil diselamatkan, termasuk empat bangunan yang berpotensi terdampak di area sekitar seluas 50 x 30 meter persegi.
Tercatat tiga kepala keluarga (KK) dengan total sembilan jiwa terdampak akibat kebakaran ini dan kini mengungsi karena tempat tinggal mereka habis terbakar.
Bagian paling memilukan dari peristiwa ini adalah ditemukannya dua korban meninggal dunia, yaitu Inen Irawati (40) dan anaknya Ravi (20).
“Keduanya diduga terjebak di dalam kobaran api saat kejadian,” kata Rinaldi.
Baca Juga: Avanza Terjun ke Jurang 20 Meter di Jalur Solok–Padang, Polisi: Lokasi Rawan Kecelakaan
Kronologi awal berdasarkan keterangan Lurah Alai Parak Kopi, Afrimen (47), menyebutkan bahwa api pertama kali terlihat membubung dari salah satu bangunan di tepi jalan, sebelum dengan cepat merembet ke dua bangunan di sampingnya.
Penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Petugas gabungan masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan sumber api yang menewaskan dua warga Padang tersebut.(cc1)
Editor : Hendra Efison