Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sampah Kayu Menumpuk di Pantai Pasirjambak, Nelayan Kesulitan Turunkan Perahu

Fadli Zikri • Senin, 1 Desember 2025 | 09:18 WIB

Kondisi bibir Pantai Pasirjambak yang dipenuhi tumpukan kayu pascabanjir, kemarin.
Kondisi bibir Pantai Pasirjambak yang dipenuhi tumpukan kayu pascabanjir, kemarin.
PADEK.JAWAPOS.COM—Sejumlah titik di sepanjang pesisir Kota Padang dipenuhi tumpukan kayu pascabanjir bandang yang terjadi beberapa hari lalu. Salah satu lokasi yang dipadati material hanyutan tersebut berada di kawasan Pantai Pasirjambak, Kecamatan Kototangah.

Dari pantauan Padang Ekspres, Minggu (30/11) di lapangan, kayu berbagai ukuran memenuhi bibir pantai, mulai dari batang besar hingga ranting kecil. Sebagian telah berkurang seiring ombak membawa kembali kayu ke laut dan sebagian lainnya diambil oleh warga untuk dimanfaatkan.

Kayu tersebut diduga terbawa arus banjir bandang dari arah Muaro Panjalinan. Selain tersangkut di sepanjang aliran sungai, banyak material hanyutan itu yang mengalir hingga ke laut sebelum akhirnya terdampar ke garis pantai akibat gelombang pasang.

Hingga saat ini, kayu masih terlihat menumpuk di beberapa bagian pantai. Warga lokal memanfaatkan kesempatan ini dengan mengumpulkan kayu satu per satu untuk kebutuhan rumah tangga maupun untuk dijual kembali.

Banyak warga membawa mesin pemotong kayu untuk memudahkan proses pengangkutan material berukuran besar.

Alek Sander, 31, salah seorang warga Pasir Jambak, menceritakan bahwa kayu-kayu tersebut mulai terlihat hanyut menuju bibir pantai pada Kamis sore saat air laut naik. “Awalnya kayu-kayu itu di tengah laut, lalu sore harinya naik pasang, lalu dihempaskan ombak ke tepi pantai,” ungkapnya.

Sejak pagi, Alek terlihat terus mengumpulkan kayu dan menumpuknya di satu titik. Ia mengaku bahwa kayu tersebut sangat bermanfaat, baik untuk kayu bakar maupun material lain yang memiliki nilai jual.

“Kayu ini banyak gunanya, untuk kayu bakar juga bisa. Lumayan lah, hasil dari pagi tadi sudah kekumpul segini,” ujarnya.

Alek menambahkan, ia berencana menjual kayu yang telah kering nantinya kepada pabrik tahu atau pihak lain yang membutuhkan.

“Kalau sudah terkumpul banyak nanti, kalau ada yang minat saya rencana mau jual, ini dijemur dulu biar kering. Kayu yang panjang juga bisa dipakai untuk pondok nasi, kuat kayunya,” tuturnya.

Selain pemanfaatan oleh warga, keberadaan kayu ini rupanya juga mengganggu aktivitas nelayan. Tumpukan kayu yang tersebar di bibir pantai membuat perahu sulit keluar masuk, terutama saat akan ditarik ke daratan. Kondisi ini disampaikan oleh Darmawi, 67, seorang nelayan yang juga turut membantu membersihkan pantai.

“Setelah banjir kemarin banyak kayu-kayu di pantai, jadi membuat nelayan kesulitan untuk menurunkan perahu ke laut,” ujarnya.

Darmawi mengaku ikut mengambil kayu, selain untuk mengurangi hambatan di area sandaran perahu, ia juga memanfaatkannya sebagai kayu bakar. Untuk batang-batang besar, ia menggunakan mesin pemotong agar kayu mudah dibawa. “Kayu besar ini terpaksa dipotong pakai mesin, kalau tidak berat sekali karena masih basah,” ucapnya.

Meski jumlah kayu terlihat mulai berkurang, sebagian masih bertahan di bibir pantai dan beberapa kembali terseret ombak ke tengah. “Kemaren lebih banyak kayunya dibanding sekarang,” tutup Darmawi.

Warga berharap pembersihan pantai dapat berlangsung lebih cepat agar aktivitas masyarakat pesisir, khususnya nelayan, kembali normal. Selain itu, pemanfaatan kayu oleh warga juga menjadi salah satu cara mengurangi penumpukan material pasca bencana. (cr6)

Editor : Adetio Purtama
#sampah #Pantai Pasirjambak #Menumpuk #kayu