Kepala Disdukcapil Padang, Teddy Antonius, menyampaikan bahwa layanan sengaja dibuka langsung di area terdampak agar memudahkan masyarakat mengurus dokumen yang hilang.
“Kami memahami banyak dokumen warga yang tidak terselamatkan saat banjir. Karena itu, kami hadir di tengah warga untuk membantu,” ujarnya.
Posko layanan dibuka di Masjid Al Hijrah, Kampung Apa, Lubuk Minturun. Masyarakat yang kehilangan KTP, kartu keluarga, atau dokumen kependudukan lainnya dapat mengurus kembali secara langsung di lokasi tersebut.
Teddy memastikan pelayanan tersedia setiap hari hingga seluruh warga terdampak mendapatkan dokumen pengganti.
Ribuan warga di Kecamatan Koto Tangah menjadi korban banjir pada Jumat (28/11/2025). Disdukcapil Padang menegaskan seluruh proses penerbitan ulang dokumen diprioritaskan bagi korban terdampak tanpa dipungut biaya.(*)
Editor : Hendra Efison