Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 1,06 derajat Lintang Selatan dan 100,17 derajat Bujur Timur. Pusat gempa terletak di laut, sekitar 25 kilometer barat daya Padang, dengan kedalaman 10 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Padangpanjang, Dr. Suaidi Ahadi, menjelaskan gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Mentawai.
“Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman pusat gempa, kejadian ini merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar Mentawai,” kata Suaidi Ahadi dalam keterangan resminya.
BMKG mencatat guncangan gempa dirasakan di wilayah Padang dengan intensitas II hingga III pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada intensitas tersebut, getaran dirasakan oleh banyak orang dan terasa nyata di dalam rumah, seperti ada kendaraan berat melintas, serta menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Getaran gempa hanya dirasakan oleh sebagian warga. Rini, warga Parak Laweh, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, mengaku merasakan getaran saat kondisi sekitar sedang hening.
“Terasa seperti getaran truk lewat. Dirasakan saat hening,” ujarnya dalam grup WhatsApp BMKG dan Stakeholder.
Hingga Sabtu pukul 13.30 WIB, BMKG belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan maupun dampak lain akibat gempa tersebut. Selain itu, hasil pemantauan juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat diminta untuk selalu memastikan informasi resmi terkait gempa bumi dan potensi bencana hanya bersumber dari BMKG.(*)
Editor : Heri Sugiarto