Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Supermoon di Padang Picu Air Surut Ekstrem, Puluhan Kapal Nelayan Kandas di Batang Arau

Mengki Kurniawan • Minggu, 4 Januari 2026 | 14:09 WIB

Kapal nelayan kandas saat surut ekstrem akibat fenomena Supermoon di Batang Arau, Padang, Minggu (4/1/2026). Aktivitas nelayan tetap berjalan sambil menunggu air pasang.(Foto: Mengki Kurniawan)
Kapal nelayan kandas saat surut ekstrem akibat fenomena Supermoon di Batang Arau, Padang, Minggu (4/1/2026). Aktivitas nelayan tetap berjalan sambil menunggu air pasang.(Foto: Mengki Kurniawan)
PADEK.JAWAPOS.COM—Fenomena Supermoon menyebabkan surut ekstrem di pesisir Kota Padang, Minggu (04/01/2026). Di kawasan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, puluhan kapal nelayan yang sedang bersandar kandas akibat debit air menyusut drastis.

Berdasarkan data BMKG Maritim Stasiun Teluk Bayur, surut terendah tercatat terjadi pukul 06.00–07.00 WIB dengan ketinggian minus 0,73 meter.

BMKG Maritim Stasiun Teluk Bayur melaporkan surut ekstrem terjadi karena fenomena Supermoon, yakni bulan purnama yang terjadi ketika posisi bulan berada pada titik terdekat dengan bumi.

Kondisi ini mengakibatkan air laut mundur jauh hingga menyisakan dasar muara sungai Batang Arau yang dipenuhi lumpur.

Respons Nelayan: Aktivitas Tetap Berjalan

Sementara itu, meski banyak kapal terdampar, aktivitas nelayan di Batang Arau tetap berlangsung normal. Mereka memanfaatkan waktu surut untuk melakukan perawatan dan pemeriksaan alat tangkap.

Sejumlah nelayan di kawasan tersebut mengaku tidak terganggu oleh fenomena surut ekstrem. Mereka telah terbiasa dengan pola pasang surut saat bulan purnama.

Zulham, 48, salah seorang nelayan, menyebut kondisi ini hanya memerlukan tenaga tambahan ketika air mulai pasang.

“Paling hanya sedikit kesulitan mengeluarkan kapal yang terdampar di atas lumpur, sulit menariknya ke air. Tapi di sini kami ramai, bisa saling bantu,” ujar Zulham, Minggu (4/1/2026).

Selain itu, para nelayan menilai fenomena tersebut sudah menjadi siklus yang mereka pahami sejak lama.

“Ini sudah jadi jam kerja alami bagi kami. Kalau air surut kami istirahat atau perbaiki jaring, kalau pasang baru kami berangkat melaut. Jadi tidak ada masalah yang berarti,” tambahnya.

Peringatan BMKG: Waspada Potensi Banjir Rob

BMKG memperkirakan air laut kembali naik siang hari. Namun demikian, puncak pasang tertinggi diprediksi berlangsung pukul 17.00–19.00 WIB dengan ketinggian plus 1,64 meter. Warga pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob.

Di sisi lain, kondisi pelayaran tercatat aman. Gelombang laut berada di kisaran rendah antara 0,1 hingga 0,5 meter. Cuaca diperkirakan berawan tebal, tetapi tetap dinilai aman bagi aktivitas melaut.

Masyarakat diimbau tetap memperhatikan peringatan dini resmi dari BMKG Maritim Stasiun Teluk Bayur.(cr3)

Editor : Heri Sugiarto
#Banjir rob Padang #surut ekstrem padang #kapal nelayan batang arau #Fenomena Supermoon Padang #Info BMKG #pasang surut air laut 2026 #supermoon