Pantauan di sejumlah titik seperti Gunung Pangilun, Pasar Raya, dan Lubukbegalung menunjukkan pedagang mulai menambah pasokan sejak memasuki masa panen.
Salah satunya Andre (40), pedagang di Jalan Gajah Mada, yang sudah berjualan duku sejak dua minggu terakhir. Ia mendatangkan pasokan langsung dari Jambi.
“Saya ambil pasokan duku ini langsung dari Jambi karena kualitasnya bagus dan manis. Dua minggu belakangan saya mulai jualan di sini, mumpung lagi musimnya dan banyak yang cari,” katanya, Jumat (16/1/2026).
Ia menyebut antusiasme pembeli cukup tinggi. Dalam sehari, sekitar 20 karung duku dapat terjual di lapaknya.
Harga yang ditawarkan Rp15.000 per kilogram sehingga perputaran barang berlangsung cepat.
Pendapatan harian Andre juga meningkat. Ia mencatat omzet rata-rata sekitar Rp500.000 per hari, dan dapat mencapai Rp1 juta jika cuaca cerah.
“Kalau hari cerah, omzet bisa tembus satu juta rupiah. Musim duku ini menjadi momen untuk mendapatkan uang lebih,” ujarnya.
Andre menambahkan, berjualan buah musiman merupakan strategi memanfaatkan momentum pasar.
Ia optimistis kualitas duku Jambi yang manis akan tetap menarik pembeli meski persaingan antar pedagang cukup ketat.(Cr3)
Editor : Hendra Efison