Perilaku tersebut dinilai sangat berisiko dan berpotensi memicu kecelakaan fatal, baik bagi pelanggar maupun pengguna jalan lainnya. Kondisi ini menjadi perhatian warga karena kerap terjadi pada jam-jam sibuk, terutama pada pagi hari saat aktivitas masyarakat meningkat.
Salah seorang warga Kota Padang, Anip (38), mengakui pernah melakukan pelanggaran dengan menerobos lampu merah demi mengejar waktu kerja. Namun, ia menyadari tindakan tersebut sangat membahayakan keselamatan.
“Saya pernah juga menerobos lampu merah, jujur karena saat itu sedang buru-buru sekali berangkat kerja di pagi hari. Tapi setelah dipikirkan lagi, itu tindakan yang sangat berisiko,” ujarnya, Senin (19/1/2026).
Menurut Anip, keterlambatan datang ke tempat kerja tidak sebanding dengan risiko kehilangan nyawa akibat kecelakaan lalu lintas. Ia pun mengajak masyarakat untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut, dimulai dari diri sendiri.
“Itu merupakan hal yang tidak baik dan dapat mengancam keselamatan diri saya sendiri serta pengguna jalan lain. Saya mengajak agar kebiasaan buruk ini bisa segera kita hentikan bersama, termasuk dari diri saya sendiri,” tambahnya.
Selain rendahnya kedisiplinan pengendara, Anip juga menyoroti kondisi sejumlah traffic light di Kota Padang yang dilaporkan rusak dan kerap memicu kekacauan di persimpangan jalan. Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan agar arus lalu lintas lebih tertib dan aman.
“Saya berharap pemerintah juga sigap dalam membenahi traffic light yang rusak di Kota Padang. Kalau lampunya berfungsi baik, setidaknya keteraturan di perempatan jalan bisa lebih terjaga dan tidak menimbulkan kekacauan,” katanya.
Anip juga mengeluhkan perilaku sebagian pengendara yang tidak sabar dan kerap membunyikan klakson secara berlebihan saat lampu kuning menyala. Menurutnya, tindakan tersebut mengganggu kenyamanan dan dapat memprovokasi pengendara lain untuk melintas sebelum waktunya.
“Pengguna jalan harus sabar ketika lampu kuning menyala, jangan langsung membunyikan klakson. Bunyi klakson itu mengganggu dan terkesan memprovokasi orang lain untuk buru-buru melintas padahal belum saatnya,” tutup Anip. (cr3)
Editor : Adetio Purtama