Salah satunya datang dari Julita Fitria Nova, warga yang kini menetap di fasilitas bantuan tersebut bersama lima anggota keluarganya.
Ditemui di Huntara, Rabu (11/2/2026), Julita mengungkapkan rasa syukur karena bantuan tempat tinggal itu meringankan beban ekonomi keluarganya yang sebelumnya harus membayar kontrakan setiap bulan.
“Alhamdulillah bersyukur dapat bantuan macam ini. Kalau tidak, habis untuk kontrak-kontrak rumah Rp500 ribu per bulan. Dengan adanya ini, masih ada keringanan,” tuturnya.
Menurut Julita, keberadaan Huntara membuat pengeluaran keluarga lebih terkendali karena tidak lagi terbebani biaya sewa, sehingga dana yang ada bisa dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak.
Untuk menambah pemasukan, ia membuka warung kecil di bagian depan unit Huntara yang ditempatinya, dengan menjual kebutuhan harian bagi warga sekitar.
“Saya buka warung ini supaya tetap ada tambahan-tambahan penghasilan,” ujarnya.
Saat ini, Julita dan lima anggota keluarganya tinggal dalam satu unit rumah lepas tanpa sekat kamar permanen, sehingga ia harus mengatur ruang secara cermat agar tetap nyaman bagi enam orang penghuni.
Di balik rasa syukur tersebut, Julita menyampaikan sejumlah kendala yang masih dirasakan warga selama tinggal di Huntara, terutama terkait ketersediaan listrik.
Ia mengaku proses pemulihan aliran listrik dari kondisi padam hingga kembali menyala dapat memakan waktu cukup lama, bahkan mencapai 15 jam.
“Kendalanya ada suka dan duka. Kayak listrik, dari kondisi padam sampai hidup itu prosesnya bisa sampai 15 jam,” keluhnya.
Selain persoalan listrik, fasilitas sanitasi juga disebut belum sepenuhnya memadai, khususnya di area toilet yang belum dilengkapi peralatan dasar seperti ember dan gayung untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Mayat Pria 57 Tahun Ditemukan Membusuk di Rumah Jalan Elang Padang, Keluarga Tolak Autopsi
Julita menyebut kondisi tersebut perlahan membaik setelah adanya bantuan dari donatur lain, meskipun masih terdapat sejumlah kebutuhan yang memerlukan perhatian tambahan.
“Sekarang sudah lebih baik dengan adanya bantuan dari donatur lain. Kami di sini masih butuh beberapa keperluan yang butuh uluran tangan donatur,” harapnya.
Pengalaman Julita menggambarkan situasi warga Huntara Kapalo Koto yang merasakan manfaat bantuan tempat tinggal sekaligus menghadapi keterbatasan fasilitas harian dalam menjalani kehidupan bersama keluarga.(*)
Editor : Hendra Efison