Langkah strategis ini diambil sebagai upaya penanggulangan risiko keamanan menyusul prediksi lonjakan kunjungan keluarga warga binaan menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H.
Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Kelas IIB Padang, M. Aidil Syaputra, menegaskan bahwa fokus utama dari penguatan keamanan ini adalah pemeriksaan ketat terhadap barang bawaan pengunjung.
Hal tersebut bertujuan untuk menutup celah masuknya barang-barang terlarang ke dalam lingkungan rutan. "Setiap barang bawaan pengunjung akan diperiksa secara teliti. Kami tidak ingin ada barang terlarang seperti handphone maupun benda lain yang dapat mengganggu keamanan di dalam rutan," ujar M. Aidil Syaputra, Minggu (15/3/2026).
Menurut Aidil, periode menjelang hari raya merupakan momen penting karena pergerakan keluar masuk barang dan pengunjung cenderung meningkat.
Oleh karena itu, Rutan Kelas IIB Padang mewaspadai potensi penyelundupan benda ilegal seperti narkotika, perangkat komunikasi seluler, hingga senjata tajam yang dapat memicu gangguan ketertiban.
Selain memperketat pintu masuk utama, pihak rutan juga melakukan pengawasan ekstra di area internal. "Pengawasan di dalam blok hunian warga binaan juga ditingkatkan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif selama bulan Ramadan hingga perayaan Idul Fitri," tambahnya.
Langkah pencegahan ini diharapkan mampu menjaga kondusivitas di dalam rutan, sehingga program pembinaan bagi para warga binaan tetap berjalan efektif tanpa hambatan.
Seluruh petugas telah diinstruksikan untuk menjalankan fungsi pengawasan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku guna menciptakan suasana Idul Fitri yang aman dan tertib.
Dengan adanya penguatan pengamanan ini, jajaran Rutan Kelas IIB Padang berkomitmen memberikan pelayanan kunjungan yang aman bagi masyarakat sekaligus memastikan struktur lembaga tetap terjaga dari ancaman barang-barang terlarang. (cc1)
Editor : Adetio Purtama