Namun kondisi berbeda dirasakan sejumlah pelaku usaha bengkel di Kota Padang pada Lebaran tahun ini. Meski terjadi kenaikan jumlah pelanggan, peningkatannya dinilai tidak terlalu signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Situasi tersebut diduga dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi masyarakat yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat pada tahun lalu.
Fuaddil, 31, pemilik Bengkel Anai Motor di kawasan Parupuktabing, Kecamatan Kototangah mengatakan, menjelang Lebaran tahun ini memang terjadi peningkatan permintaan jasa servis dan reparasi kendaraan. Namun, peningkatannya tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya.
“Sejauh ini sampai H-5 Lebaran kita masih merasakan ada peningkatan, cuma tidak signifikan seperti yang kita rasakan pada tahun-tahun sebelumnya,” ujar Fuaddil saat ditemui di bengkelnya, Minggu (16/3).
Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya peningkatan jumlah pelanggan menjelang Lebaran bisa mencapai sekitar 20 persen. Namun pada tahun ini, kenaikan tersebut bahkan belum mencapai 10 persen.
“Kalau tahun sebelumnya peningkatan bisa sampai 20 persen. Kalau sekarang mungkin 10 persennya saja belum sampai. Biasanya peningkatan itu terjadi sampai H-1 Lebaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, menjelang Lebaran biasanya pelanggan datang untuk melakukan berbagai perawatan kendaraan seperti servis karburator, injeksi, serta pengecekan CVT. Selain itu, banyak pula pelanggan yang mengganti oli, ban, maupun kampas rem guna memastikan kondisi motor tetap prima saat digunakan untuk perjalanan mudik.
Fuaddil menilai, menurunnya peningkatan pelanggan tahun ini kemungkinan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya penggunaan Tunjangan Hari Raya (THR) oleh masyarakat untuk kebutuhan lain.
“Salah satu faktornya dari THR pelanggan. Biasanya THR itu dipakai juga untuk kebutuhan lain seperti biaya mudik, beli baju Lebaran, parcel, dan sebagainya,” katanya.
Meski demikian, ia menyebutkan harga modal suku cadang dari agen hingga saat ini masih relatif stabil. Beberapa merek memang menginformasikan kemungkinan kenaikan harga setelah Lebaran, namun hal itu bukan disebabkan oleh momentum hari raya.
Sementara itu, kondisi berbeda disampaikan oleh Dwi Tio Reynaldo, 33, supervisor di Bengkel Kharisma Motor yang berlokasi di Suraugadang, Kecamatan Nanggalo. Ia menyebutkan bahwa bengkel tempatnya bekerja tidak merasakan peningkatan pelanggan menjelang Lebaran tahun ini.
“Kalau di sini sama saja, masih seperti biasanya. Ramainya ya seperti ini saja. Mungkin bengkel yang lebih kecil terasa peningkatannya,” ujarnya saat ditemui, Senin (16/3).
Menurut Dwi, Kharisma Motor telah memiliki banyak pelanggan tetap sehingga aktivitas di bengkel tersebut cenderung stabil sepanjang waktu.
Ia menambahkan, sebagian besar pelanggan yang datang menjelang Lebaran melakukan penggantian suku cadang yang berkaitan dengan keselamatan berkendara, terutama untuk perjalanan jarak jauh saat mudik.
“Biasanya pelanggan mengganti ban, oli, atau kampas rem untuk persiapan perjalanan jauh. Untuk harga dari agen masih sama, masih stabil,” katanya.
Perubahan yang cukup terasa, lanjut Dwi, hanya pada jam operasional bengkel selama bulan Ramadhan. “Selama puasa kita buka lebih cepat, jam 08.00, dan tutup lebih cepat juga sekitar jam 17.30,” tambahnya.
Meski peningkatan pelanggan tidak terlalu signifikan, pelaku usaha bengkel berharap permintaan jasa perawatan kendaraan tetap stabil hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri, terutama dari masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik menggunakan sepeda motor. (cr4)
Editor : Adetio Purtama