PADANG — Pemerintah Kota Padang mulai menyiapkan perbaikan sejumlah jembatan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada November 2025 lalu. Proyek ini dijadwalkan berlangsung bertahap mulai 2026 hingga 2027.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kota Padang Imral Fauzi mengatakan, salah satu jembatan yang menjadi prioritas adalah Jembatan Kampung Tanjung di Kecamatan Kuranji.
“Melalui skema transfer keuangan daerah, kami mengusulkan Jembatan Kampung Tanjung sebagai prioritas karena meski putus, masih dilalui masyarakat dan berisiko menimbulkan kecelakaan,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga: Tanamkan Budaya Selamat Sejak Dini, KAI Divre II Sumbar Gelar Edukasi “Sapa Sekolah” di SDN 04 Gaung
Ia menjelaskan, anggaran perbaikan jembatan tersebut diperkirakan mencapai Rp9,5 miliar.
Proses pengerjaan akan diawali dengan tahapan tender pada Juni atau Juli 2026, dengan target penyelesaian dalam tahun yang sama.
Sementara itu, sejumlah jembatan lain yang mengalami kerusakan berat, seperti di Gunung Nago, Guo, serta Jembatan Kampung Olo–Surau Gadang, akan ditangani melalui skema bantuan pemerintah pusat.
“Mayoritas jembatan yang akan dikerjakan pada 2027 adalah yang putus total. Dengan kemampuan anggaran daerah, kami tidak sanggup, sehingga memanfaatkan dukungan dari Kementerian PU,” kata Imral.
Baca Juga: AMIK-STMIK Jayanusa Padang Raih Akreditasi Unggul, Lulusan Siap Hadapi Dunia Kerja
Kerusakan infrastruktur di Kota Padang terjadi setelah bencana besar pada akhir November 2025 yang mengakibatkan putusnya sejumlah akses jembatan serta kerusakan fasilitas lain seperti bendungan di kawasan Gunung Nago dan Koto Tuo yang berdampak pada sistem irigasi.
Untuk mempercepat pemulihan, Pemko Padang melakukan koordinasi lintas instansi, termasuk dengan balai-balai teknis di bawah Kementerian PU.
Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Tri Hadiyanto menyebutkan, pihaknya telah menyampaikan data kerusakan ke berbagai instansi terkait.
Baca Juga: Semen Padang Fasilitasi Jemaah Haji, Karyawan Teladan Dapat Pelunasan Biaya
“Untuk jembatan dan jalan kami sudah berkoordinasi dengan BPJN, sementara yang berkaitan dengan cipta karya, sekolah, hingga irigasi juga sudah kami laporkan ke instansi terkait,” katanya pada Desember 2025 lalu.
Tri mengungkapkan, terdapat sembilan jembatan yang membutuhkan perbaikan dengan estimasi anggaran mencapai Rp150 miliar.
Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan utama dalam percepatan rehabilitasi infrastruktur.
“Kami berharap dukungan anggaran dari pemerintah pusat dapat dimanfaatkan untuk mempercepat perbaikan infrastruktur di Kota Padang,” ujar Tri yang kini menjabat Kepala Dinas Perkim Kota Padang.
Pemko Padang menegaskan, koordinasi yang solid antarinstansi menjadi kunci agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.(*)
Editor : Hendra Efison