Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Padang Rancak Award 2026: Inovasi Kaleng Bekas dan Pirolisis BBM, Curi Perhatian Juri di Lubukkilangan

Hendra Efison • Kamis, 30 April 2026 | 15:37 WIB
Inovasi pirolisis di Padang Besi yang dikembangkan Ketua RT Hadi Saputra mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak melalui pemanasan tanpa oksigen bersuhu tinggi. Dalam uji coba, 3,5 kilogram plastik mampu menghasilkan sekitar 1 liter BBM dalam waktu 1,5 jam. (dok humas)
Inovasi pirolisis di Padang Besi yang dikembangkan Ketua RT Hadi Saputra mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak melalui pemanasan tanpa oksigen bersuhu tinggi. Dalam uji coba, 3,5 kilogram plastik mampu menghasilkan sekitar 1 liter BBM dalam waktu 1,5 jam. (dok humas)

PADEK.JAWAPOS.COM – Tim Juri I Padang Rancak Award (PRA) 2026 menemukan inovasi menarik saat melakukan penilaian di Kecamatan Lubukkilangan, Rabu (29/4/2026). Di lokasi ini, juri mendapati dua terobosan warga tingkat RT yang dinilai menonjol.

Ketua Tim Juri I PRA 2026, Andri Rusta, menyebut kunjungan tersebut terasa “beruntung” karena adanya inovasi yang tidak biasa. Ia mengungkapkan dua RT di wilayah tersebut memiliki gagasan kreatif yang layak diapresiasi.

Salah satu inovasi ditemukan di Perumahan Pondok Ranah Minang Blok DD.03 RT03/RW06, Kelurahan Koto Lalang. Di kawasan ini, warga memanfaatkan kaleng bekas sebagai elemen taman di pekarangan rumah.

Kaleng minuman, susu, rokok, hingga cat dikumpulkan dan disusun rapi sebagai pengganti pot tanaman. Selain memperindah lingkungan, langkah ini juga menjadi solusi dalam mengurangi sampah kaleng.

Baca Juga: Tanam Serentak 50 Ribu Ha Dipusatkan di Agam, Kementan Geber Produksi Pascabencana

Ketua RT setempat, Azwar, menjelaskan bahwa kaleng-kaleng tersebut sengaja digunakan untuk menghindari penumpukan sampah. Ia juga menyebut sebagian kaleng akan dimanfaatkan untuk menanam apotek hidup.

“Kaleng susu, rokok, minuman, maupun cat kita kumpulkan supaya tidak jadi sampah,” ujarnya.

Tidak hanya di Koto Lalang, tim juri juga menemukan inovasi lain di wilayah Padang Besi. Di lokasi ini, Ketua RT Hadi Saputra mengembangkan teknologi pirolisis untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Hadi menjelaskan, proses tersebut dilakukan dengan memanaskan sampah plastik tanpa oksigen pada suhu tinggi antara 300 hingga 400 derajat Celsius. Plastik kemudian berubah menjadi uap dan dikondensasi menjadi bahan bakar cair seperti solar atau bensin.

Baca Juga: Taman Literasi Digital Syech Kukut, Ikon Baru Rekreasi Modern di Kota Solok

Dalam demonstrasi kepada tim juri, sebanyak 3,5 kilogram sampah plastik mampu menghasilkan sekitar satu liter BBM dalam waktu 1,5 jam.

Inovasi ini dinilai sebagai solusi alternatif dalam mengatasi persoalan sampah plastik yang sulit terurai.

“Karena saat ini banyak sekali sampah plastik dan lama terurai, maka kita jadikan BBM,” kata Hadi.

Dua inovasi tersebut menjadi nilai tambah dalam proses penilaian PRA 2026. Pada tahap keempat ini, tim juri menitikberatkan pada konsistensi kebersihan lingkungan serta pengembangan inovasi di tingkat RT.

Baca Juga: KAI Sumbar Siapkan 23.376 Kursi KA Lokal Saat Libur Panjang 1-3 Mei 2026, Ini Rutenya

Diketahui, ajang PRA 2026 diikuti sebanyak 3.456 RT se-Kota Padang. Setelah melalui tahap ketiga, jumlah peserta menyusut menjadi 229 RT.

Pemenang Padang Rancak Award 2026 dijadwalkan akan diumumkan pada 6 Mei 2026 mendatang.(*)

Editor : Hendra Efison
#Padang Rancak Award 2026 #inovasi lingkungan RT #pirolisis plastik #daur ulang kaleng #Lubuk Kilangan