Mereka mengaku prihatin tol di Sumbar tak kunjung ada kejalasan kapan selesainya. Sebab, selama lima tahun lebih mereka melihat pemerintah di Sumbar hanya sibuk dengan ruas tol di Padang-Sicincin. Padahal, masih banyak daerah yang bakal dilalui tol di Sumbar.
Data yang dihimpun Padang Ekspres, di Sumbar Tol Padang-Pekanbaru terdapat empat seksi. Yakni Seksi 1 Padang-Sicincin sepanjang 36,15 km, Seksi 2 Sicincin-Bukittinggi yang panjangnya 38 km, Seksi 3 Bukittinggi-Payakumbuh dengan panjang 34 km, dan Seksi 4 Payakumbuh-Pangkalan sepanjang 58 km.
Sampai sekarang, pengerjaan tol di Sumbar memang baru pada seksi Seksi 1 Padang-Sicincin. Terakhir, Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy mengatakan bahwa tol di Padangpariaman tersebut progresnya sekitar 45 persen.
Artinya, apabila dikalkulasikan secara keseluruhan, baru 9,76 persen progres pembangunan tol di Sumbar dalam kurun 5 tahun lebih. Kondisi itu tentunya membuat masyarakat sangat prihatin. Apalagi masyarakat yang mengetahui tol di Riau yang sudah sampai ke batas Sumbar.
Sekarang, yang menjadi sorotan dan kritik masyarakat yaitu terkait pernyataan Gubernur Sumbar, Mahyeldi, bahwa Tol Padang-Sicincin bakal rampung jelang Lebaran 2024. Menurut mereka, pernyataan Mahyeldi itu hanya gimmic politik saja.
“Yang mau kita dengar dari Gubernur itu, lahan selesai 100 persen dari Padang sampai batas Sumbar di Limapuluh Kota. Buka soal terget penyelesaian Tol Padang-Sicincin yang bukan kerjaan dia,” ujar Herman, 47, salah seorang warga Batanganai saat berbincang dengan Padang Ekspres, kemarin.
Menurutnya, berbicara terget pembangunan Tol Padang-Sicincin, sama dengan Gubernur Sumbar mempersempit optimisme masyarakat Sumbar akan rampungnya tol di Sumbar dalam waktu cepat.
“Kalau Padang-Sicincin selesai jelang Lebaran 2024, masyarakat pasti langsung menagih ruas tol selanjutnya. Yakni dari Sicincin sampai Pangkalan. Bagaimana kinerja pembebasan lahan untuk ruas itu?” tanya Herman.
Ia yakin, sampai sekarang belum sejengkal pun lahan yang dibebaskan untuk ruas tol dari Sicincin hingga Pangakalan. “Jadi, kita dibuai dengan target Tol Padang-Sicincin. Padahal, kalau pun ruas itu selesai, nyaris belum ada gunanya,” cetus pria satu orang anak ini.
Kritikan serupa juga disampaikan Hidayat, 35, salah seorang warga di Lubuakaluang. Ia mengaku pesimis Tol Padang-Sicincin rampung jelang Lebaran 2024. Hal itu setelah ia menyaksikan setiap hari progres pembangunan tol di Lubuakaluang.
“Jadi, Gubernur tak usahlah bicara Padang-Sicincin selesai jelang Lebaran tahun depan. Nampak betul beliau bukan orang lapangan. Lebaran tahun depan itu bulan Maret, loh. Apa mungkin dalam 2 bulan Tol Padang-Sicincin selesai,” ucapnya sembari tertawa kecil.
Menurutnya, Gubernur mestinya fokus pada tanggung jawabnya saja. Yakni memastikan kebutuhan lahan tol terpunuhi hingga batas Sumbar di Limapuluh Kota. “Kalau lahan untuk tol di Sumbar sudah 100 persen. Barulah koar-koar untuk menargetkan pembangunan, sehingga pekerjaan berjalan cepat,” cetusnya.
“Ini tidak, kita koar-koar menargetkan yang artinya mendorong pekerjaan berjalan cepat. Sedangkan kinerja kita saja lambat. Aneh kan?” tukasnya.
Sementara itu, Ridho, 33, seorang warga di Kota Padang ketika berbincang dengan Padang Ekspres via telepon, mengaku sudah tak sabar tol di Sumbar selesai. “Waduh, Riau benar-benar cepat kerjanya. Kok kita begitu lambat, ya?” tanya pria yang kesehariannya berdagang sembako ini.
Padahal, cerita yang ia dengar dari keluarganya di Padangpariaman, tak ada warga yang menolak pembangunan tol. Namun, warga protes ketika ada masalah saat ganti rugi lahan saja. “Keluarga saya kan ada yang dapat ganti rugi lahan. Sejak awal mereka tak ada menolak,” ungkapnya.
“Namun, ada beberapa warga yang di kampung keluarga saya itu protes karena proses yang lambat, dan administrasi yang sempat berbelit. Itu cerita yang saya dapat. Artinya itu kan bukan masalah yang dimunculkan pemilik lahan,” cermat pria yang sekarang tinggal di Siteba Padang ini.
Lahan Belum Bebas
Ternyata, masih ada lahan yang sangat vital untuk Tol Padang-Pekanbaru belum selesai sampai sekarang. Yakni lahan di kawasan Lubuakaluang dan Tarok City. Hal ini diungkapkan oleh Petugas Pembebasan Lahan dan Hubungan Masyarakat PT HKI, Andi Prahmana, kemarin.
“Lahan yang di Lubuakaluang itu untuk exit tol kita di sana. Sekarangkan lahannya belum bebas. Baru menginventarisasi,” ungkap Andi ketika dihubungi via telepon pribadinya, tadi malam.
Sedangkan lahan yang di Tarok City, sambungnya, masalahnya masih antara pemilik lahan dan Pemkab Padangpariaman. “Jadi dua titik lahan itu saja yang masih belum selesai sampai sekarang,” ungkap Andi.
Kendati demikian, Andi tidak memungkiri bahwa Tol Padang-Sicincin bakal rampung di tahun 2024. Sebab, pihaknya memang ditargetkan oleh pemerintah pusat menyelesaikan pekerjaan tol itu tahun depan. “Jelang Lebaran, ya. Insya Allah, jelang Lebaran bisa digunakan,” tukasnya. (apg) Editor : Novitri Selvia