Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dugaan Praktik Prostitusi, Kafe Dusun Baru Dikecam

Aris Prima Gunawan • Rabu, 25 Juni 2025 | 11:45 WIB

TURUN TANGAN : Warga Kenagarian Kasang, Batang Anai, Padangpariaman menggrebek kafe-kafe di Pasar Baru Grosir Kasang, Dusun Baru, Kenagarian Kasang, Padangpariaman, Senin (23/6).(ZULKARNAINI/PADEK)
TURUN TANGAN : Warga Kenagarian Kasang, Batang Anai, Padangpariaman menggrebek kafe-kafe di Pasar Baru Grosir Kasang, Dusun Baru, Kenagarian Kasang, Padangpariaman, Senin (23/6).(ZULKARNAINI/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Ratusan warga dari tiga dusun Korong Kasai yakni Dusun Baru, Dusun Tangah dan Dusun Tong Blau melakukan demo masal di Pasar Baru Grosir Kasang, Dusun Baru, Senin malam (23/6). Mereka resah terhadap keberadaan kafe-kafe yang ada di daerah tersebut.

Bahkan, ini merupakan puncak dari kekesalan warga. Pasalnya, para pemilik kafe tersebut tetap nekat beroperasi meski pada dini hari, di hari yang sama sebelumnya, sudah dilakukan penertiban oleh tim Satpol PP Padangpariaman.

“Para emak-emak di sekitaran Dusun Pasar Baru ini sebenarnya sudah lama resah terhadap keberadaan kafe-kafe ini. Bahkan, ada kafe yang sudah disegel aparat saat razia, namun tetap masih buka,” ujar tokoh masyarakat Korong Kasai, Jerry saat diwawancarai Senin (23/6).

Pantauan di lapangan, masa yang terdiri dari mayarakat sekitar berbondong-bondong mendatangi pasar grosir Kasang yang terletak di Dusun Baru sekitar pukul 21.30. Mereka langsung bergerak mendatangi satu persatu kafe yang diduga sarat dengan praktik asusila.

Bahkan sempat terjadi ketegangan antara pemilik kafe dengan masyarakat. Ini setelah para pendemo yang pada umumnya terdiri dari emak-emak memaksa untuk masuk ke dalam sejumlah kafe untuk memastikan wanita malam yang ada di kafe tersebut. Namun sayangnya dihalang-halangi oleh pemilik kafe.

Termasuk juga adanya aksi saling dorong antara pemilik kafe. Tak sampai di sana, para pendemo juga melampiaskan kemarahannya kepada pemiliki kafe. Tak ayal aksi tersebut memicu perang mulut dengan melontarkan kata-kata kasar antara masyarakat dengan pemilik kafe.

Jerry juga tak menampik jika para masyarakat menginginkan agar tidak adanya kafe di lokasi tersebut. Karena selama ini, keberadaannya sering kali memicu kasus perceraian rumah tangga di antara masyarakat sekitar.

Namun entah mungkin karena ada yang mem-backing atau gimana, keberadaan kafe tersebut tetap saja masih subur sejak mulai berdiri sekitar dua tahun yang lalu. Bahkan kian hari, jumlah wanita malam dengan pakaian seksi di lokasi tersebut terus menjamur.

“Kami ingin semua kafe-kafe tersebut disegel, dan tidak ada lagi kafe-kafe tersebut di sini. Kepada pemerintah dan aparat kami berharap agar menertibkan kafe-kafe ini. Karena keberadaannya sudah mulai meresahkan masyarakat,” ungkapnya.

Dia juga memperingatkan kepada pemilik kafe agar jangan sampai beroperasi lagi. Dan jangan salahkan masyarakat jika nantinya melakukan aksi yang lebih besar lagi, kalau pemilik kafe masih bandel dan ngotot membuka bisnis yang diduga sudah mengarah ke protitusi.

Tokoh masyarakat Kasang lainnya, Syaiful juga mengaku, sebelumnya pihaknya sudah merapatkan hal ini dengan Bupati, Dandim dan Kapolres sehingga aparat langsung melakukan razia Senin (23/6). Namun kenyataannya kafe-kafe tersebut tetap saja masih buka.

Dikatakan, pihaknya sebenarnya tidak keberatan dengan adanya kafe tersebut, sepanjang hanya sekadar tempat minum. Namun kenyataannya, hal ini telah mencoreng nama daerah dengan banyaknya wanita-wanita dengan pakaian terbuka yang sering nongkrong di kafe yang buka hingga larut malam.

“Sebenarnya masyarakat yang datang ini hanya sedikit, namun melihat banyaknya kafe-kafe yang buka lagi setelah disegel sebelumnya, maka jumlah masyarakat datang lebih banyak lagi,” aku Syaiful.

Para pendemo akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 23.45 WIB. Dan sejumlah aparat dari Polsek Batang Anai juga dikerahkan untuk memantau perkembangan aksi tersebut. Menurut informasi dari warga, ada sekitar 12 kafe yang beroperasi dari sebelumnya yang hanya sekitar 6 kafe.

Apresiasi Atas Dukungan Warga

Sebelumnya, tim gabungan SatpolPP, TNI dan Polri melakukan penertiban kafe di kawasan Pasar Grosir Kasang, Kecamatan Batanganai pada Minggu malam (22/6).

Nyatanya, Senin malam (23/6), kafe yang diduga terdapat aktivitas prostitusi di sana, masih beroperasi sehingga memantik riak di masyarakat.

Kepala Dinas Satpol PP Damkar Padangpariaman, Rifki Monrizal NP, mengapresiasi apa yang dilakukan warga. Sebab, ketertiban umum memang harus ditegakkan secara bersama-sama. “Kita sudah razia, tapi masih buka dan warga bertindak tentu tidak bisa kita larang,” ungkap Rifki, kemarin.

Katanya, SatpolPP hanya dapat bertugas dalam penegakan peraturan daerah. Menyangkut adanya tindakan pidana pihaknya tidak dapat ikut campur.

“Kalau kita datang dalam kondisi gaduh, itu malah bisa salah. Anggota kita bukan polisi. Mereka tidak punya alat untuk melindungi diri,” ungkapnya.

Namun Rifki tetap berharap masyarakat dengan memperhatikan rambu-rambu hukum. Jika kedapatan yang melanggar, baiknya diserahkan kepada pihak kepolisian.

“Kita mengapresiasi masyarakat membantu menertibkan. Namun jangan sampai ada kekerasan. Cukup laporkan yang melanggar ke penegak hukum,” tukasnya.

Kapolsek Batanganai, Iptu Wadriadi, juga mengapresiasi dukungan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang tertib dan aman. “Kami terus memantau itu. Sejauh ini tidak ada tindakan warga yang melanggar seperti kekerasan,” ungkapnya.

Wadriadi juga mengatakan bahwa dominan pengelola kafe di sana bukanlah warga Padangpariaman. “Tidak mungkin mereka akan mau bertengkar dengan warga. Mereka rata-rata dari luar daerah,” tukasnya. (zul/apg)

Editor : Novitri Selvia
#Pasar Baru Grosir Kasang #Dusun Pasar Baru #Satpol PP Padangpariaman #prostitusi #polsek batanganai