BATANGANAI — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meresmikan penggunaan ruang kelas darurat di SDN 05 Batanganai, Kabupaten Padangpariaman, Jumat (17/4/2026), untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan pascabencana hidrometeorologi.
Langkah ini diambil sebagai solusi cepat atas kerusakan infrastruktur sekolah, sekaligus menjamin keberlangsungan pendidikan bagi siswa terdampak.
“Ruang kelas ini bersifat sementara karena sekolah yang bersangkutan masih dalam proses pembangunan di lokasi yang baru,” kata Abdul Mu’ti saat kunjungan kerja.
Ia menyebut, pada 2026 pemerintah telah membangun tujuh ruang kelas darurat dengan total anggaran Rp1,3 miliar di wilayah terdampak.
Baca Juga: Produksi Pertanian Naik 13 Persen, Ini Strategi Irigasi Perpompaan ala Mentan Amran
SDN 05 Batanganai mengalami kerusakan berat sehingga harus direlokasi ke lokasi baru sebagai bagian dari upaya pemulihan fasilitas pendidikan.
Selain itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengalokasikan dana Rp167,53 miliar untuk 301 satuan pendidikan di Sumatera Barat melalui skema swakelola.
Data kementerian menunjukkan bantuan tersebut mencakup 82 PAUD, 161 SD, 25 SMP, 25 SMA, 4 SMK, dan 4 SLB.
“Dengan sistem swakelola, masing-masing sekolah memiliki kemandirian dalam proses pembangunan kembali fasilitas mereka,” ujar Abdul Mu’ti.
Baca Juga: Investasi Kuliner Terus Tumbuh, Takana Nasi Padang Resto Resmi Dibuka
Pencairan anggaran tahap pertama untuk program ini telah mencapai 70 persen hingga pertengahan April 2026.
Pemerintah juga menggandeng TNI dalam penanganan 21 satuan pendidikan dengan kerusakan berat atau kebutuhan relokasi, dengan total anggaran Rp38,69 miliar.
Kolaborasi tersebut mencakup pembangunan untuk 2 PAUD, 8 SD, 10 SMP, dan 1 SMA.
Meski menggunakan fasilitas darurat, proses pembelajaran di SDN 05 Batanganai tetap berjalan dengan dukungan teknologi, termasuk penggunaan Interactive Flat Panel (IFP).
Sekolah tersebut juga dijadwalkan melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis komputer pada Senin mendatang.
“Secara keseluruhan, tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan belajar mengajar di Sumbar,” kata Abdul Mu’ti.
Ia berharap pembangunan gedung permanen dapat segera rampung agar siswa dapat kembali belajar di fasilitas yang lebih memadai.(*)
Editor : Hendra Efison