Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pembuat Tabuik Pasa Piaman, Azwar: Adakan Acara Supaya Pengunjung Bisa Melihat Proses Pembuatan Tabuik

ZikriNiati ZN • Senin, 22 Juli 2024 | 07:35 WIB

Azwar (57) sosok di balik pembuatan Tabuik Pasa Piaman.
Azwar (57) sosok di balik pembuatan Tabuik Pasa Piaman.
PADEK.JAWAPOS.COM—Masyarakat Kota Pariaman bisa dikatakan tidak ada yang tidak mengenal sosok bapak satu ini. Ia dikenal sebagai pembuat tabuik di Nagari Pasa. Azwar, namanya, sudah tidak asing lagi.

Azwar (57) sudah berkecimpung dalam pembuatan tabuik budaya Piaman selama lebih kurang 17 tahun, atau semenjak tahun 2007.

Ia adalah seorang anak tabuik yang tinggal di Jalan Tabuik Kelurahan Pasir Kecamatan Pariaman Tengah. Kepiawaiannya membuat tabuik menjadi modal utama bagi Azwar untuk dipercaya membuat tabuik budaya oleh anak Nagari Pasa.

“Bagi saya membuat tabuik sudah menjadi hobi semenjak tahun 1982 sampai tahun 2006. Di saat kepemimpinan Bupati Anas Malik saya sudah ikut menjadi tukang gandang tasa di setiap prosesi tabuik hingga tabuik dibuang di pantai,” ungkap Azwar.

Azwar menjelaskan saat menjadi tukang gandang tasa itulah, ia selalu memperhatikan dengan seksama, detail demi detail proses pembuatan tabuik tersebut sampai beliau mempraktikkan sendiri dengan cara membuat tabuik kecil atau yang lebih dikenal dengan tabuik lenong.

Karena ketekunannya dalam belajar, Azwar berhasil menjadikan pembuatan tabuik tersebut sebagai keahliannya yang mempunyai nilai jual, sampai akhirnya dipercaya untuk membuat Tabuik Pasa sampai sekarang.

Alhamdulillah sampai saat ini saya masih dipercaya untuk membuat tabuik pasa. Kegiatan itu saya lakukan dengan melibatkan keluarga seperti kakak, adik, anak, menantu, dan keponakan. Mereka semua sudah terlatih dalam pembuatan tabuik sehingga bisa menambah penghasilan mereka untuk keluarga,” terang Azwar.

Azwar menambahkan, untuk proses pembuatan tabuik itu sendiri memakan waktu lebih kurang 15 hari. Pengerjaannya dimulai lima hari sebelum datangnya tanggal 1 Muharram dan harus selesai H-1 sebelum tabuik dihoyak.

“Saya sebagai anak tabuik meminta kepada Ketua Nagari Pasa dan Pemerintah Kota Pariaman serta instansi terkait, kalau bisa dalam proses pembuatan tabuik tersebut diadakan acara kesenian tradisional atau lomba untuk menarik pengunjung melihat proses pembuatan tabuik, baik di Rumah Tabuik Pasa dan Rumah Tabuik Subarang. Dengan adanya acara tersebut akan menambah semangat kami anak tabuik dalam mengerjakan pembuatan tabuik sampai selesai,“ ulasnya. (nia)

Editor : Hendra Efison
#anak tabuik #Tabuik #Pembuat Tabuik Pasa Piaman #azwar tabuik #Proses Pembuatan Tabuik