Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Meriahkan Harganas dengan Olahraga Tradisional

ZikriNiati ZN • Jumat, 27 September 2024 | 15:00 WIB

MERIAH: Disdikpora Pariaman mengadakan olahraga tradisional tingkat SD se-Kota Pariaman untuk memperingati Harganas. (DISKOMINFO PARIAMAN)
MERIAH: Disdikpora Pariaman mengadakan olahraga tradisional tingkat SD se-Kota Pariaman untuk memperingati Harganas. (DISKOMINFO PARIAMAN)

PADEK.JAWAPOS.COM-Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang jatuh pada tanggal 29 Juni setiap tahunnya, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman mengadakan acara “Lomba Olahraga Tradisional Tingkat SD se-Kota Pariaman.”

Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Balaikota Pariaman dengan antusiasme tinggi dari para peserta dan penonton.

Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga, Eri Gustian, yang mewakili Kepala Dinas Dikpora Kota Pariaman, Kanderi.

Turut hadir dalam acara tersebut para pengawas SD dan kepala sekolah se-Kota Pariaman, yang menunjukkan dukungan besar terhadap pelestarian olahraga tradisional di kalangan generasi muda.

Dalam sambutannya, Eri Gustian mengapresiasi inisiatif penyelenggara yang menghidupkan kembali permainan tradisional di tengah era digitalisasi.

“Kami berharap permainan tradisional ini bisa berkembang dan menjadi agenda tetap di setiap sekolah dasar di Kota Pariaman. Hal ini bertujuan agar anak-anak kita dapat lebih mengenal dan bermain permainan tradisional, sekaligus mengurangi ketergantungan pada gadget,” ujar Eri Gustian.

Ia juga menyarankan agar lomba olahraga tradisional ini bisa menjadi agenda tahunan yang diperlombakan oleh pemerintah kota.

Ketua Pelaksana Lomba, Andre Wahyudi, yang juga merupakan guru di SD 21 Jalan Kereta Api, menjelaskan bahwa tujuan utama diadakannya lomba ini adalah untuk melestarikan budaya bangsa dan mengurangi dampak negatif globalisasi terhadap anak-anak.

Ia menambahkan bahwa lomba ini juga berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat tali silaturahmi antar sekolah di Kota Pariaman.

“Dengan diadakannya lomba ini, kami ingin mengembalikan marwah olahraga tradisional sebagai permainan dan juga sebagai olahraga prestasi. Selain itu, ajang ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk saling menjalin hubungan yang lebih erat,” ujar Andre.

Lomba ini diikuti oleh 60 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah (MI) sederajat di Kota Pariaman. Permainan tradisional yang dilombakan meliputi Pacu Upiah, Tangkelek Panjang, dan Balap Karung Estafet, yang semuanya memerlukan kekompakan tim dan kemampuan fisik yang baik.

Salah satu permainan yang dilombakan, Pacu Upiah, adalah permainan kelompok yang menggunakan upiah, lembaran pelepah pohon pinang yang telah tua, sebagai alat perlombaan. Permainan ini dimainkan oleh dua orang atau lebih dan membutuhkan koordinasi serta kerja sama tim.

Permainan lainnya, Tangkelek Panjang, adalah permainan tradisional yang menggunakan terompah panjang dari kayu yang bisa dipakai oleh beberapa orang sekaligus. \

Dalam permainan ini, para peserta harus berjalan selaras dengan anggota timnya dari garis start hingga ke garis finish. Permainan ini dirancang untuk menguji kekompakan dan kerjasama antar anggota tim.

Terakhir, Balap Karung Estafet, yang sudah populer di seluruh Indonesia, menuntut peserta untuk melompat dalam karung kain secara estafet hingga mencapai garis finish. Olahraga ini tidak hanya menguji kecepatan, tetapi juga kekuatan fisik dan ketahanan.

Kegiatan ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai upaya penting untuk melestarikan warisan budaya Indonesia melalui olahraga tradisional.

Melalui acara seperti ini, diharapkan generasi muda dapat lebih mengenal dan mencintai permainan tradisional yang kaya akan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong. (nia)

Editor : Novitri Selvia
#Kanderi #Disdikpora Kota Pariaman #pelestarian olahraga tradisional #Eri Gustian #Hari Keluarga Nasional (Harganas)