Lomba ini digelar atas kerja sama Padang TV (Padang Ekspres Group) dengan Disdikpora Kota Pariaman. Hadir Wali Kota Pariaman Yota Balad, Manager Padang TV Defri Mulyadi, Kepala Disdikpora Hertati Taher, dewan juri, kepala OPD, guru, kepala sekolah, ASN, dan orang tua siswa.
“Kami memang bukan orang soleh, karena itu kami membuat visi dan misi serta program unggulan Pariaman RISALAH yaitu Beriman, Saleh dan Berakhlak, dengan Satu Keluarga Satu Hafiz, Kembali ke Surau. Sehingga di masa kepemimpinan Yota Balad-Mulyadi, kita dapat menciptakan generasi Kota Pariaman yang Qur’ani,” kata Yota Balad dengan suara tercekat sembari menyeka airmatanya.
Dalam sambutannya itu, Yota berharap program unggulan "Pariaman RISALAH" kembali hidup dan melahirkan generasi Qur’ani.
Ia menilai Lomba Cerdas Qur’an merupakan kegiatan positif yang penting dalam membentuk karakter islami pada siswa.
Menurutnya, ajang ini menjadi wadah anak-anak untuk memanfaatkan waktu secara bermanfaat dan bermakna.
“Lomba ini bukan sekadar lomba biasa, tetapi Cerdas Qur’an, yang butuh pemahaman dan pengetahuan mendalam tentang Al-Qur’an. Ini adalah hal yang luar biasa,” tegas Yota.
Yota juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan orang tua yang telah mendampingi anak-anak hingga mampu tampil percaya diri di depan kamera dan publik.
“Kami ucapkan terima kasih kepada para guru yang sudah melatih, juga kepada orang tua yang terus mensupport hafalan anak-anaknya. Kami ingin program RISALAH ini benar-benar dijalankan secara sungguh-sungguh,” ucapnya.
Kepada para peserta, Yota memberikan motivasi agar tidak berkecil hati jika belum menang, dan terus melanjutkan hafalan serta pemahaman Al-Qur’an.
“Kalah dan menang adalah hal biasa, jangan patah semangat. Kekalahan itu kemenangan yang tertunda. Untuk yang menang, jangan berpuas diri, lanjutkan terus hafalannya,” ujarnya.
Yota juga menginstruksikan agar Disdikpora kembali mengadakan lomba serupa agar lebih banyak siswa bisa ikut serta, termasuk yang belum sempat tampil atau belum meraih juara.
Acara ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat keagamaan di tengah keluarga dan lingkungan pendidikan di Kota Pariaman.(nia)
Editor : Hendra Efison