Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan, program ini merupakan bagian dari komitmen Pemko dalam membentuk generasi Qur’ani yang menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup dan fondasi akhlak mulia dalam setiap keluarga.
“Program Satu Rumah Satu Hafidz hadir untuk mencetak generasi penghafal Alquran,” kata Yota saat memberikan sambutan dalam kegiatan yang juga dihadiri Sekda Kota Pariaman Mursalim, Kepala Kemenag, kepala OPD, para guru, dan siswa MDTA/MDTW se-Kota Pariaman.
Yota menjelaskan, tujuan utama program ini adalah memastikan setiap rumah di Kota Pariaman memiliki setidaknya satu orang hafidz.
“Anak-anak yang sudah menghafal 1 juz, 2 juz, bahkan setengah juz pun akan terus didorong minatnya untuk melanjutkan hafalan mereka,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan orang tua akan sangat berperan dalam optimalisasi program ini agar berjalan secara berkelanjutan dan menciptakan lingkungan keluarga yang religius.
Ia menambahkan, program ini juga akan diintegrasikan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
“Untuk siswa SD yang akan melanjutkan ke jenjang SMP, selain mengikuti sistem seleksi, kita juga akan meminta mereka melampirkan ijazah dari MDTA masing-masing,” ungkapnya.
Yota menargetkan program ini mampu mencetak 5.000 hafidz di Kota Pariaman dalam beberapa tahun ke depan.
“Jika telah dimulai dari awal SD, setidaknya mereka memiliki hafalan 1 juz begitu tamat SD. Saya optimistis program ini bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Program ini merupakan bagian dari upaya Pemko Pariaman dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam dan meningkatkan peran keluarga dalam pembinaan generasi muda.(nia)
Editor : Hendra Efison