Aksi ini dilakukan untuk menjaga kelancaran sistem pengairan pertanian yang menjadi penopang utama lahan sawah warga di wilayah tersebut.
Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, yang didampingi Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Afrizal Azhar, menyampaikan bahwa kegiatan difokuskan pada pembersihan sedimen lumpur, rumput liar, serta sampah yang menyumbat aliran drainase.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap infrastruktur vital yang berperan langsung dalam mendukung produktivitas sektor pertanian.
“Kegiatan ini adalah bentuk sinergi kita bersama. Selain menjaga kebersihan lingkungan, ini adalah langkah antisipasi agar debit air ke sawah-sawah warga tetap lancar, terutama saat memasuki musim tanam. Goro ini tidak hanya kita pusatkan di satu titik, melainkan beberapa titik di seputaran Irigasi Anai II Pariaman Selatan,” ujar Mulyadi.
Kegiatan gotong royong dilaksanakan di sejumlah desa, yakni Desa Batang Tajongkek, Desa Sungai Kasai, Desa Marabau, Desa Padang Cakur, Desa Palak Aneh, dan Desa Balai Kuraitaji.
Pembersihan dilakukan secara serentak di beberapa titik untuk memastikan tidak ada penyumbatan yang dapat menghambat distribusi air ke lahan pertanian warga.
Menurut Mulyadi, Irigasi Anai II merupakan urat nadi bagi lahan pertanian di Pariaman Selatan karena menjadi sumber utama pasokan air bagi sawah-sawah masyarakat setempat.
Melalui aksi ini, pemerintah berharap aliran air menjadi lancar tanpa hambatan akibat sampah atau pendangkalan, serta mencegah potensi luapan air ke permukiman saat curah hujan tinggi.
Ia juga menekankan bahwa gotong royong tidak hanya berdampak pada aspek teknis pengairan, tetapi juga mempererat silaturahmi antara ASN sebagai abdi negara dengan masyarakat sekitar.
Keterlibatan langsung ASN di lapangan dinilai sebagai wujud kolaborasi nyata dalam menjaga infrastruktur yang berhubungan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Selain itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan saluran irigasi secara mandiri dan tidak membuang sampah ke aliran air demi keberlangsungan produktivitas lahan pertanian di masa mendatang.
Dengan sinergi antara pemerintah dan warga, diharapkan sistem pengairan tetap optimal sehingga mendukung kelancaran musim tanam serta meminimalkan risiko gangguan akibat pendangkalan dan penyumbatan.(*)
Editor : Hendra Efison