PARIAMAN — Pemerintah Kota Pariaman menegaskan fokus pembangunan pada sektor pariwisata dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) generasi muda.
Dalam konteks tersebut, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga moralitas mahasiswa serta berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat.
Hal itu disampaikan Wali Kota Pariaman yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ferialdi saat membuka peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 PMII yang dirangkai dengan Halal bi Halal di pentas seni Pantai Kata, Minggu sore (19/4/2026).
Acara tersebut dihadiri pendiri PMII Kota Pariaman Armaidi Tanjung, sejumlah mantan ketua seperti Ory Sativa Sakban, Afrinaldi, Khairul Rianda, serta Ketua PMII aktif Annisa Pitri.
Baca Juga: Pertamina–BIN Perkuat Pengawasan BBM Subsidi, Antisipasi Penyimpangan di Sumbagut
Ferialdi menyebut momentum Harlah yang bertepatan dengan suasana pasca-Ramadan menjadi titik awal untuk kembali menguatkan semangat pergerakan mahasiswa secara konstruktif.
Ia meminta kader PMII terus melahirkan pemikiran progresif yang mampu memberikan solusi nyata bagi pembangunan daerah, terutama dalam mendukung sektor pendidikan dan ekonomi kreatif yang beririsan langsung dengan pengembangan pariwisata.
“Jadilah agen perubahan yang konstruktif dan intelektual movement yang memberikan solusi, bukan sekadar kritikan tanpa dasar,” kata Ferialdi dalam sambutannya yang menekankan pentingnya kontribusi konkret mahasiswa.
Selain itu, PMII Kota Pariaman juga diminta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi dalam mendorong kemajuan daerah.
Baca Juga: Peringatan Tsunami 3 Meter Dikeluarkan Setelah Gempa M7,5 Guncang Iwate Jepang
Tema Harlah tahun ini, “Silaturrahmi Tanpa Batas, Pergerakan Tanpa Henti, PMII 66 Tahun Mengabdi”, disebut menjadi penguat komitmen kader untuk terus berbakti kepada umat dan bangsa.
Ferialdi menilai usia 66 tahun mencerminkan kedewasaan organisasi yang konsisten mengawal nilai keislaman Ahlussunnah waljamaah dan keindonesiaan, sekaligus menunjukkan kontribusi nyata kader PMII di berbagai sektor.
Pendiri PMII Kota Pariaman, Armaidi Tanjung, menekankan pentingnya menyambungkan spirit pergerakan dengan para pendahulu sebagai bagian dari menjaga kesinambungan nilai dan perjuangan organisasi.
Ia menyebut PMII Kota Pariaman yang berdiri sejak 2007 telah melahirkan alumni yang berkiprah sebagai ASN, pimpinan pondok pesantren, guru, dosen, komisioner, hingga wiraswasta di tengah masyarakat.
Baca Juga: Gempa Tohoku Jepang Tsunami 3 Meter, Gempa Jepang 7,5 Picu Evakuasi Warga Pesisir
Sementara itu, mantan Ketua PMII Kota Pariaman Ory Sativa Sakban mengingatkan mahasiswa untuk memanfaatkan masa kuliah sebagai ruang berproses aktif dalam organisasi.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi akan membentuk kemampuan memimpin, dipimpin, serta memperluas jejaring yang bermanfaat di masa depan.
Kegiatan Harlah ke-66 PMII Kota Pariaman ditutup dengan pemotongan kue oleh Ketua PC PMII Annisa Pitri yang diserahkan kepada Armaidi Tanjung, Ory Sativa Sakban, dan sejumlah senior PMII yang hadir.(*)
Editor : Hendra Efison