Kemudian terkait dalam mengembangkan potensi objek wisata di Batu Busuk ini, PT Semen Padang melalui Forum Nagari Kelurahan Lambung Bukit mengalokasi bantuan CSR sekitar Rp90 juta.
Bantuan tersebut dialokasikan untuk tiga kegiatan. Pertama, untuk merevitalisasi Lubang Jepang dan Taman Bunga yang berada di dekat PLTA Kuranji.
Kedua, pengembangan objek wisata pemandian, yaitu di Lubuak Mande Rubiah. Di mana, suasana alam yang sejuk dan didukung air yang bersih, serta adanya ikan larangan di dalam lubuk tersebut. Pada program pengembangan Lubuak Rubiah ini, PT Semen Padang mengalokasikan anggaran sekitar Rp50 juta.
Anggaran puluhan juta ini, digunakan untuk membangun sarana dan prasarana berupa toilet, tempat ganti pakaian, membuat saung dan jenjang untuk turun ke sungai," ujarnya.
Selanjutnya, untuk pengembangan kegiatan camping ground sebesar Rp25 juta, dan lokasinya berada di Lubuak Tampat (sungai biru).
"Potensi camping ground ini juga didukung oleh wisata durian kalau lagi musim durian, serta air sungai di dekat tempat kemping berwarna biru. Di kawasan ini juga kami buat saung dan toilet," bebernya.
Selain tiga potensi wisata tersebut, juga ada potensi lainnya yang menarik di Batu Busuk, seperti Jenjang Teka-teki di depan PLTA Kuranji nenuju saringan air. Jenjang ini disebut sebagai Jenjang Teka-teki, karena setiap yang menghitung anak tangganya selalu hasilnya berbeda.
Sementara itu, Camat Pauh Ronny mengajak masyarakat Batu Busuk, untuk menyambut baik upaya pengembangan objek wisata bernuansa budaya ini, dengan berperan aktif dalam mewujudkan objek wisata Batu Busuk sebagai destinasi wisata yang ramah wisatawan.
"Jika objek wisata Batu Busuk ini ke depan booming, maka akan banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang berkunjung ke Batu Busuk ini. Dan, tentunya dengan banyaknya kunjungan tersebut, maka akan berdampak pada ekonomi masyarakat. Makanya, kami harapkan kepada masyarakat Batu Busuk dan Pauh, untuk ikut berpartisipasi, menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi para pengunjung. Jangan sampai nantinya ada konflik sosial dalam pengembangan objek wisata Batu Busuk ini," tegasnya. (*) Editor : Hendra Efison